STAIN SAS Kembangkan Pendidikan Islam Neurosains

Anjar Sujatmiko    •    Sabtu, 04 November 2017 | 11:20 WIB
Lokal
Kuliah Iftitah Program Pasca Sarjana STAIN SAS Babel. (wow/Anjar Sujatmiko)
Kuliah Iftitah Program Pasca Sarjana STAIN SAS Babel. (wow/Anjar Sujatmiko)

WOWPANGKALPINANG -- Prof. Dr. Hj. Nyayu Khadijah, S.Ag., mengatakan bahwa manusia  sempurna (insan kamil) terdiri dari tiga unsur, yakni jasmani, ruhani dan akal. Dalam perspekktif lain, ada insan kamil terdiri dari nasf, qolb-ruh dan aql.

Hal iti diungkapkan Prof. Nyanyu dalam Kuliah Iftitah Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri syeikh abdurahman sidik (STAIN SAS) Bangka Belitung, Jumat (3/11/2017).

Kuliah Iftitah ini mengangkat tema Perspektif Neuroscience Tentang Belajar Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

"Jasmani merupakan fisik manusia yang salah satu bagiannya adalah otak. Otak terbagi menjadi tiga bagian, yakni otak kiri, kanan dan tengah. Hasil kerja otak disebut keccerdasan (aql). Pengembangan aql atau kecerdasan melahirkan banyak bentuk, seperi IQ, EQ, SQ-MaQ.dalam istilah psikologi, IQ, EQ, SQ-MaQ disebut kognitif, afektif dan psikomotor, " ujar Nyanyu.

Dalam pendidikan Islam, dikatakan Nyanyu berbagai istilah yang menjadi unsur insan kamil dipahami secara parsial dan partikular, sehingga tidak jarang dipertentangakan satu sama lain. Hal ini disebabkan pemikiran dunia Islam yang cenderung ‘dikotomis’ atua hitam putih (halal/haram; dosa-pahala; surga neraka).

"Sehingga bebagai istilah diatas terkontaminasi oleh cara berpikir yang demikian dan berakibat pada gagalnya pendidikan Islam dalam mencetak insan kamil," katanya

Lebih lanjut, dirinya menje



1   2      3