WOW, Empek-empek Jadi Penyumbang Inflasi di Bangka Belitung

Muri_Setiawan    •    Jumat, 05 Januari 2018 | 13:02 WIB
Ekonomi
Empek-empek khas Bangka Belitung.
Empek-empek khas Bangka Belitung.

WOWEKONOMI – Kepala Bank Indonesia kantor perwakilan Bangka Belitung, Bayu Martanto dalam keterangannya meyebutkan tingkat inflasi di provinsi Babel berada dibawah realisasi inflasi nasional.

“Babel Desember 2017, mengalami inflasi bulanan 1,39% (mtm), dan tahunan 3,13% (yoy) dengan demikian sesuai dengan sasaran inflasi nasional sebesar 4% +/-1% serta di bawah realisasi inflasi nasional yang sebesar 3,61% (yoy),” terang Bayu dikutip dari keterangannya di akun medsos, Selasa (2/01/2018).

Bank Indonesia mengambil data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Babel yang juga mengeluarkan rilis terkait inflasi di tanggal yang sama.

“Kota Pangkalpinang mengalami inflasi bulanan sebesar 1,33% (mt m) dan tahunan 2,66% (yoy). Komoditas penyumbang: tarif angkutan udara, ikan kerisi, selar, tenggiri,  sotong,” lanjut Bayu.

Sementara untuk kota Tanjungpandan, lanjut Bayu, mengalami inflasi bulanan sebesar 1,50% (mtm) dan tahunan 3,97% (yoy). Komoditas penyumbang : tarif angkutan udara, kangkung, daging ayam ras, empek empek, ikan kembung. 

“Tiga Komoditi utama penyumbang andil inflasi 2017 untuk Prov. Babel adalah tarif listrik (1,19%), ikan kembung (0,18%), ikan kerisi (0,17%),” tutup Bayu.

Sementara, BPS Babel menyatakan, pada Desember 2017 Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,95.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukka



1   2