UU MD3 Dinilai Tidak Pro Rakyat, Ratusan Mahasiswa Gelar Demo

Endi    •    Senin, 12 Maret 2018 | 18:07 WIB
Lokal
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Esekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), menggelar aksi menolak UU MD 3, di Kantor DPRD Bangka Belitung (Babel), Senin (12/3/2018). (dag)
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Esekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), menggelar aksi menolak UU MD 3, di Kantor DPRD Bangka Belitung (Babel), Senin (12/3/2018). (dag)

WOWPANGKALPINANG--Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Esekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), menggelar aksi menolak UU MD 3, di Kantor DPRD Bangka Belitung (Babel), Senin (12/3/2018).

Aksi diawali longmarch dengan bentangan sepanduk bertulis tuntutan dari depan Kantor Gubernur Babel, menuju Kantor DPRD. Puluhan aparat gabungan mengawal ketat aksi tersebut.

Tiba di gerbang DPRD Babel, masa aksi disambut ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya. Sempat menyuarakan tuntutan selama beberapa menit di depan pintu masuk, masa kemudian diperbolehkan masuk ke halaman kantor wakil rakyat itu.

Persis di depan pintu masuk kantor legislatif, masa yang datang dari berbagai daerah seperti Babel sendiri, Jambi, Bengkulu, Sumsel dan Lampung, menyuarakan niatan mereka, untuk menitipkan aspirasi kepada anggota dewan, agar sampai ke Presiden.

Aksi tersebut digelar guna menyampaikan penolakan mereka terhadap revisi UU MD3 yang dianggap tidak pro rakyat.

"Kami mahasiswa sepakat untuk menolak itu (Revisi UU MD3), hari ini kami mau tuntutan kami harus sampai ke pusat, jika tidak kami tidak akan pulang dan tetap akan berada di sini," kata Koordinator Aksi, Janovan Tiranda.

Menurutnya, revisi tersebut sangat tidak sesuai dengan demokrasi di Indonesia saat ini. Masa juga mendesak agar DPRD meninjau pasal-pasal UU MD3 karena di nilai menciderai demokrasi.

"Ini kami nilai sangat tidak



1   2