Kebangkitan Rempah Nasional Mulai dari Lada (2)

Abeng    •    Senin, 30 April 2018 | 15:39 WIB
Opini
ilustrasi
ilustrasi

HARAPAN meningkatkan ekspor lada Indonesia yang bisa mendongkrak kesejahteraan petani lada juga datang dari Kementerian Pertanian (Kementan). Ekspor lada Indonesia terus meningkat, seiring dengan penurunan volume impor. Hal ini sejalan dengan program Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mencanangkan Rempah Indonesia Berjaya di Dunia.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi, mengungkapkan produksi lada nasional pada 2016 mencapai 82,17 ribu ton. Besarnya produksi ini naik 0,82 persen dari produksi 2015 yang sebesar 81,50 ribu ton. Selain itu, devisa yang dihasilkan dari ekspor lada pada 2016 mencapai US$ 431,14 juta. Sementara, produksi lada pada 2017 diperkirakan naik 0,97 persen, yaitu 82,96 ribu ton.

Dari besarnya produksi tersebut, di tahun 2016 total ekspor lada Indonesia 53,10 ribu ton. Ekspor lada pada periode Januari hingga Agustus 2017 mencapai 27,46 ribu ton atau naik 16,57 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2016 yang hanya 23,56 ribu ton.

Kementerian Pertanianpun menjalankan program untuk mendorong pengembangan lada putih di  Bangka Belitung  yang dikenal di pasar dunia sebagai Munthok White Pepper memiliki rasa sangat pedas dan berkadar peperin tertinggi di dunia, sehingga menjadikannya lada dengan harga termahal di dunia. 

Selama 5 tahun terakhir harga lada khususnya lada putih, pernah mencapai sekitar Rp180ribu per Kg setelah sekian lama bertengger di harga Rp70ribu per



1   2      3      4