Calon Independen Tak Punya Legitimasi Politik Kuat

Anjar Sujatmiko    •    Kamis, 07 Juni 2018 | 14:44 WIB
Pilkada
Diskusi terbuka PW Gerakan Pemuda Ansor. (foto: Anjar Sujatmiko/ Wow Babel)
Diskusi terbuka PW Gerakan Pemuda Ansor. (foto: Anjar Sujatmiko/ Wow Babel)

WOWPOLITIK - Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Bangka Belitung menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan Tajuk Calon Independen mengikis politik legislatif, Rabu (6/6/2018) malam, disekretariat PW GP Ansor babel, Pangkalpinang.

FGD yang diikuti puluhan kader Ansor Bangka Belitung ini merupakan bentuk berbagi perspektif politik dengan publik jelang pilkada serentak dalam waktu dekat.

"Ini bentuk berbagi perspektif politik menjelang pilkada serentak," kata Ketua pelaksanaan Dian Andrian.

Diakui Dian, Calon Independen dalam pesta demokrasi mesti diakui sebagai pertumbuhan sekaligus reduksi atas politik parlementer.

"Calon Independen, dilihat dari substansi demokrasi, adalah hal positif. Ini harus diapresiasi, terutama untuk Pangkalpinang," ujarnya.

Akan tetapi menurutnya, calon independen secara aspek birokrasi dengan parlemen, masih perlu membutuhkan mekanisme sendiri. Tentunya akan berisiko pada ongkos politik yang tinggi. mengingat hingga saat ini Parpol masih menjadi salah satu pilar demokrasi nyata.

"Dilihat dari aspek relasi birokrasi dengan legislatif, masih membutuhkan mekanisme tersendiri. Tampak risiko dan ongkos sosial politiknya akan sedikit berliku. Sebab hingga saat ini, partai politik masih menjadi salah satu pilar demokrasi yang nyata dan sulit dielakkan," ucap Dian

Lanjut Dian, demi mencegah atau meminimalisir risiko dan ongkos sosial, publik perlu menimbang ulang keberadaan



1   2