Korupsi Dana CSR, Kades Belo Laut Ditahan Kejari Babar

Dani    •    Sabtu, 28 Juli 2018 | 13:17 WIB
Lokal
Kades Belo Laut, Amrin Saimi (mengenakan kaos hitam) digiring ke ruang tahanan di Rutan Cabang Muntok.(ham)
Kades Belo Laut, Amrin Saimi (mengenakan kaos hitam) digiring ke ruang tahanan di Rutan Cabang Muntok.(ham)

WOWMUNTOK – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, resmi menahan Kepala Desa Belo Laut, Amrin Saimi sejak tanggal 6 Juli 2018 lalu, lantaran diduga melakukan korupsi dana CSR.

Setelah melalui proses pemeriksaan pihak Pidsus Kejari Bangka Barat, Amrin Saimi dinyatakan terbukti bersalah. Dana CSR pihak ketiga dari PT GSBL dan kapal isap sebesar Rp 1,2 miliar tidak dimasukan dalam kas desa.

Sejak ia menjabat kades pada tahun 2014, dana CSR tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk membeli mobil, dibagikan kepada perangkat desa dalam bentuk tunjangan hari raya (THR).

Dana CSR yang dibagikan kepada perangkat desa, dusun, LPM, BPD serta RT dan RW tersebut sebanyak 150 orang dan sudah dikembalikan kepada negara. Sementara itu Amrin Saimi tidak bersedia mengembalikan kerugian negara tersebut dan diproses hukum oleh pihak Kejari Bangka Barat.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Neva Sari Susanti, mengatakan Amrin Saimi sudah ditahan di Rutan Cabang Muntok dan barang bukti satu unit mobil ikut disita.

“Pihak kejaksaan  masih melakukan  pemberkasan proses inkrah kekuatan hukum tetap, untuk diajukan ke pengadilan,” kata Neva Sari Susanti.

Sementara itu bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58, Kejari Bangka Barat juga merilis kasus tindak pidana selama pertengahan tahun 2018. Sebanyak 121 kasus pidana sudah inkrah, mempunyai kekuatan hukum tetap. Angka tersebut meningkat 100 persen bila di



1   2