Menengok Toboali Tempo Doeloe : Kisah Timah, Kolonialisme, dan Bajak Laut (1)

Tim_Wow    •    Rabu, 14 November 2018 | 17:12 WIB
Travel
Benteng Toboali. (Indonesiadaily.co.id)
Benteng Toboali. (Indonesiadaily.co.id)

TOBOALI, kota di selatan Pulau Bangka telah menempatkan diri sebagai pusat aktivitas sejak kolonialisme bercokol di Pulau Bangka. Kota yang berdiri seiring dengan ekspansi penambangan timah dari Muntok di Bangka Barat menyebar ke seluruh penjuru hingga Selatan Bangka. 

Jejak sejarah penambangan timah itu masih tersisa hingga saat ini. Keberadaan Benteng Toboali adalah saksi bisu,  jika daerah ini adalah bagian penting dari sejarah pertimahan di Bangka.

Kegiatan Toboali Tempo Doloe yang digelar Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan mengingatkan kembali  kisah Toboali di masa lalu. 

Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kenangan-kenangan akan sejarah Toboali dan adat budaya yang melingkupinya.

“Sejarah dan adat budaya yang membentuk karakter masyarakat Bangka Selatan sekaligus menguatkan kebanggaan akan Bangka Selatan. Tidak ada salahnya menengok masa lampau dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin yang mengingatkan akan masa-masa yang istimewa dan memberikan kesan mendalam  bagi generasi masa kini,” kata Zulaikha Nurfiyanti SST, MT Kasie EkonomiKreatif Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Basel, Rabu (13/11/2018). 

Timah di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung merupakan komoditas yang telah dieksplorasi masa kesultanan Palembang, lalau dieskploitasi di masa Belanda, diperebutkan oleh Raffles di masa kolonial Inggris, hingga ke masa Indonesia menjadi sebuah negara. Kekayaan



1   2      3