IJTI Babel Tak Akui Majelis Penyelamat IJTI

Anjar Sujatmiko    •    Sabtu, 17 November 2018 | 12:45 WIB
Lokal
Ketua IJTI Babel Joko Setyawanto.(wowbabel.com)
Ketua IJTI Babel Joko Setyawanto.(wowbabel.com)

WOWPANGKALPINANG -- Pengurus Daerah (Pengda) IJTI Bangka Belitung menegaskan jika pihaknya tidak mengakui keberadaan majelis penyelamat IJTI, karena tidak sesuai dengan mekanisme yang di atur AD/ART IJTI.

Hal ini menyikapi terkait beredarnya isu dan pemberitaan dibeberapa media terhadap dinamika keorganisasian IJTI.

"Tidak mengakui keberadaan majelis penyelamatan IJTI," tegas Ketua IJTI Babel Joko Setyawanto, Sabtu (17/11/2018) kepada wowbabel.com.

Dikatakan Joko seluruh pengurus IJTI se Indonesia mengakui kepengurusan IJTI pusat dengan Ketua Umum Yadi Hendriana dan Sekjen Indria Purnamahadi.

Ia pun menilai sejauh ini tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART IJTI yang dilakukan oleh Pengurus Pusat.

"Seluruh pengda, korda, dan korwil seluruh Indonesia sudah menyatakan tetap mendukung pengurusan sah IJTI saat ini. Dan menolak wacana kongres luar biasa," kata Joko.

Joko juga mengingatkan kepada seluruh media massa, baik mainstream maupun non mainstream, yang akan membuat pemberitaan tentang dinamika IJTI belakangan ini, untuk selalu mengindahkan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers.

"Tentunya kepada seluruh pihak yang tidak memiliki otoritas resmi untuk mewakili IJTI, agar tidak mengatasnamakan IJTI didalam siaran pers, maupun ujaran verbal dan tulisan," tandasnya.(kill)