Bawaslu Nilai Tabloid Indonesia Barokah Tidak Ada Unsur Black Campaign

Anjar Sujatmiko    •    Senin, 04 Februari 2019 | 13:20 WIB
Pilkada
Ketua Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Edi Irawan.(kill/wb)
Ketua Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Edi Irawan.(kill/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Ketua Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Bangka Belitung, Edi Irawan, mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi terhadap keberadaan Tabloid Indonesia Barokah yang masuk ke Bangka Belitung beberapa hari llau.

Dari total 63 paket, sebanyak 41 paket berada di wilayah Kota Pangkalpinang. Sementara untuk Belitung ada 22 paket dan ada dua paket yang sudah didistribusikan.

Menurut Edi, tabloid itu masih dalam amplop sehingga pihaknya tidak mengetahui secara persis berapa jumlahnya.

" Tapi kalau melihat dua paket yang sudah distribusikan di Belitung, itu isi tabloid dalam amplopnya ada tiga eksemplar," ungkap  Edi, saat ditemui wowbabel.com, Minggu (03/02/2019) malam.

Edi menegaskan pihaknya tidak melakukan upaya untuk menarik Tabloid Indonesia Barokah ini, lantaran mengacu pada hasil investigasi yang dilakukan Bawaslu RI melalui Gakkumdu, yang menyatakan jika konten tabloid itu tidak mengandung unsur black campaign atau kampanye hitam serta tidak mengarah pada unsur tindak pidana pemilu.

"Sudah berkoordinasi dengan Dewan Pers, dan hasilnya menyatakan itu bukan produk pers," tegas Edi.

Dikatakan Edi, pihaknya sudah mengimbau kepada PT  Pos Pangkalpinang dan Belitung untuk tidak mendistribusikannya, lantaran ada keberatan dari salah satu pasangan calon Presiden.

"Hanya imbauan saja untuk tidak distribusikan. Kalau pun nanti t



1   2