Erzaldi Rosman Mangkir dari Panggilan Bawaslu

Endi    •    Jumat, 08 Februari 2019 | 09:25 WIB
Pilkada
Ketua Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Edi Irawan.(kill/wb)
Ketua Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Edi Irawan.(kill/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, Kamis (7/2/2019) dipanggil Bawaslu Babel, untuk datang ke Sekretariat Bawaslu, terkait laporan warga soal pose dua jari bersimbol L yang kini tengah viral dan ramai diperbincangkan.

Namun, Erzaldi Rosman Djohan mangkir dari panggilan Bawaslu tersebut. Malah sikap kooperatif ditunjukan dua orang bawahannya yakni Kepala Dinas Kehutanan, Marwan dan Staf Biro Ekonomi.

Keduanya datang ke Bawaslu, untuk mengklarifikasi laporan warga terhadap mereka, dengan menyertakan bukti-bukti yang ada.

Rencanya, Bawaslu akan kembali memanggil politisi Partai Grindera itu, untuk kedua kalinya dalam waktu dekat.

Erzaldi Rosman Djohan bersama dua orang bawahannya itu, di panggil Bawaslu setelah masuk laporan dari warga, akan aksi pose dua jari mereka membentuk simbol L, mirip simbol jari dukungan untuk salah satu capres.

Ketiga pejabat tersebut oleh warga diduga telah melakukan politik praktis dan diduga sengaja berkampanye.

"Kita sudah surati ketiganya untuk memanggil mereka hari ini, dua orang sudah kita minta klarifikasi dan satunya lagi belum datang," kata Ketua Bangka Belitung Bawaslu, Edi Irawan.

Dalam waktu dekat, pihaknya, ujar Edi, kembali akan memanggil orang nomor satu di Babel tersebut.

"Kalau sudah tiga kali kita panggil terlapor tidak datang, kita akan tetap putuskan dengan data-data yang sudah kita



1   2