Kasus Alat Berat di Hutan Lindung Sudah Tahap Dua

Tim_Wow    •    Minggu, 10 Februari 2019 | 19:21 WIB
Lokal
Barang bukti alat berat yang diamankan Polda Babel. (Firman/WowBabel)
Barang bukti alat berat yang diamankan Polda Babel. (Firman/WowBabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Berkas perkara dugaan penambangan ilegal di kawasan hutan lindung Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang menggunakan 4 unit alat berat atau PC, yang dilimpahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) beberapa waktu lalu, memasuki babak baru.

Saat ini Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel), kini telah merampungkan berkas perkara tersebut.

Hal itu disampaikan oleh, Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel, Kompol Siwantoro yang mewakili Direktur Reskrimsus (Dirreskrimsus), AKBP Indra Krismayadi, Minggu (10/2/2019) mengatakan, dengan pelimpahan tersangka berikut barang bukti tersebut, berarti tak lama lagi kasus ini akan segera disidangkan di pengadilan.

"Untuk perkara empat unit alat berat atau PC dengan tersangka Sariat ini, sudah kita lakukan tahap dua ke Kejaksaan pada Jumat lalu, sedangkan barang bukti empat PC masih dititipkan kepada kita," ungkapnya.

Sebelumnya, Kompol Siswantoro juga mengatakan kalau ia berjanji akan memberitahukan kepada wartawan jika berkas perkara empat unit alat berat tersebut telah dinyatakan lengkap alias P21 atau Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan Sudah Lengkap.

"Kalau ada P21, nanti akan kita kasih tahu, ya, yang penting



1   2