Pariwisata Berpeluang Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Tim_Wow    •    Selasa, 12 Februari 2019 | 13:23 WIB
Nasional
Jokowi saat acara Gala Dinner peringatan 50 tahun PHRI di Jakarta. (Ist)
Jokowi saat acara Gala Dinner peringatan 50 tahun PHRI di Jakarta. (Ist)

JAKARTA, www.wowbabel.com - Presiden Joko Widodo memuji soal perkembangan pariwisata Indonesia. Saat ini industri pariwisata memiliki potensi menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara.

Demikian dikatakan  Jokowi  saat menghadiri acara Gala Dinner Peringatan 50 Tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Senin (11/2/2019).

Untuk menunjang industri pariwisata nasional, selama ini Presiden  mengedepankan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Tanah Air. Presiden mengatakan, peluang dan industri pariwisata nasional yang bertumbuh tinggi merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kita ini masuk 6 besar negara terindah di dunia. Kita juga masuk 10 besar negara yang wajib dikunjungi. Ini juga sebuah brand yang kita punyai. Brand yang ini tinggal kita garap agar pariwisata ini betul-betul bisa memberikan devisa yang paling banyak," kata Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Soal pembangunan infrastruktur, Jokowi  mengakui bahwa manfaat dari pembangunan tersebut salah satunya dapat dirasakan sektor pariwisata. Pembangunan diarahkan agar suatu daerah memiliki kesiapan untuk mengembangkan pariwisatanya sendiri.

"Saya setiap menginap di hotel-hotel di daerah-daerah pada 2014-2015, yang masuk ke kuping saya paling banyak adalah listrik yang byarpet. Bahkan ada hotel di Sumatra setengah hari hidup setengah hari mati. Bagaimana bisa berkembang hotel itu?" ucap Jokowi.

Infrastruktur ber



1   2      3