DKP Kesulitan, Tiba-tiba Kapal Trawl Tidak Terdeteksi

Tim_Wow    •    Rabu, 13 Februari 2019 | 19:06 WIB
Lokal
Evaluasi Tim Patroli Terpadu Wilayah Perairan Bangka Selatan, Selasa (12/2/2019) di ruang rapat DKP Babel.(wb)
Evaluasi Tim Patroli Terpadu Wilayah Perairan Bangka Selatan, Selasa (12/2/2019) di ruang rapat DKP Babel.(wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka Belitung (Babel) bersama anggota Tim Patroli Terpadu Wilayah Perairan Bangka Selatan (Basel) nampaknya serius dalam menindaklanjuti larangan penggunaan kapal trawl.

Keseriusan itu ditujukan dengan berbagai cara, baik melalui upaya pencegahan maupun penindakan. Salah satu upaya yang pernah dilakukan yakni dengan melayangkan surat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas seijin gubernur untuk mengajukan bantuan kepada Satgas 115 Ilegal Fishing KKP lengkap beserta alat pemantaunya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kelautan danĀ  Perikanan Provinsi Bangka Belitung, Dasminto, saat pemaparan Evaluasi Tim Patroli Terpadu Wilayah Perairan Bangka Selatan, Selasa (12/2/2019) di ruang rapat DKP Babel.

Dasminto menceritakan suatu kejadian ketika mereka hendak menangkap kapal trawl di perairan Bangka Selatan. Saat itu Satgas 115 melakukan pengintaian melalui pantauan udara dan berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan trawl. Untuk melakukan kroscek, maka Kapal Hiu dan Kapal Paus 02 meluncur ke koordinat yang dimaksud. Hal aneh pun terjadi, setiba di lokasi ternyata kapal trawl yang dimaksud tidak terdeteksi lagi.

"Ini yang masih kita dalami, apakah nelayan pada saat kita bergerak mereka mengurungkan (niatnya--red) menangkap ikan dengan trawl atau yang lainnya. Saya tidak tahu, tapi yang jelas mereka tidak ditemukan," ungkap Kepala DKP Babel Dasminto



1   2