Harga TBS Rendah, Polda Gelar Rakor

Tim_Wow    •    Kamis, 14 Februari 2019 | 10:00 WIB
Ekonomi
Rakor membahas TBS kelapa sawit di Mapolda Babel. (Firman/WowBabel)
Rakor membahas TBS kelapa sawit di Mapolda Babel. (Firman/WowBabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Menyamakan persepsi perdagangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit antara pelaku usaha dengan stakeholder di Provinsi Babel, Polda Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat koordinasi (Rakor), Rabu (13/2/2019) di ruang Rupattama Mapolda Babel.

Dalam Rakor ini, juga dihadiri oleh peserta dari Dinas Pertanian Babel, Dinas Perdagangan Babel, dan Kantor Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) perwakilan Batam serta 14 pelaku usaha dibidang penjualan TBS kelapa sawit se- Bangka Belitung.

Rakor yang dipimpin oleh Kapolda Babel Brigjen Pol Istiono juga dihadiri Dirreskrimsus Polda Babel AKBP Indra Krismayadi dan Dirintelkam Kombes Pol Nur Romdoni tersebut guna membahas dan pemantauan perdagangan kestabilan harga TBS kelapa sawit.

"Rapat ini merupakan kelanjutan dari rapat dengar pendapat yang pertama diadakan di DPRD Babel pada 1 November 2018 silam dan yang kedua pada 6 Februari 2019," ujar Brigjen (Pol) Istiono.

Menurut Istiono dalam pembahasan rapat itu, mengenai tidak puasnya pekebun sawit dengan harga tandan buah segar sawit yang rendah di lapangan Rp 850, sementara harga di pabrik kelapa sawit (PKS) Rp.1.181

"Pada rapat pertama dulu kita di DPRD menindaklanjuti keluhan Kelompok Pekebun Mandiri yang harga TBS nya rendah dan pada rapat yang kedua, di mana DPRD mengundang stakeholder untuk mencari solusi pemecahan masalah tersebut, Dalam rangka menidaklanjuti hal itu, maka kita sudah mengadakan



1   2      3