Siti Badriah (SIBAD) , Pedagang Online Perekat NKRI

Tim_Wow    •    Senin, 18 Februari 2019 | 17:21 WIB
Opini
Oktav Mayang Rencie, S.T
Oktav Mayang Rencie, S.T

WOWOPINI - Keragaman adalah anugerah terbesar yang dimiliki oleh bangsa kita Indonesia. Dari budaya, suku bangsa, bahasa, sumber alam baik hayati dan nonhayati hingga multi karya dalam menjalani pilihan untuk keberlangsungan hidup berumah tangga. Seperti halnya perjalanan rumah tangga Siti Badriah (SIBAD) yang menempatkan pilihannya pada seorang lelaki keturunan etnis Tionghoa.

Tidak hanya berbeda dari perihal kesukuan, akan tetapi berbedapula dalam hal Agama/keyakinan. SIBAD seorang wanita keturunan Jawa, bermodal keberanian diusia dewasa melangkahkan kaki seorang diri mengadu nasib ditanah kemilau hitam timah nan mempesona.

Berawal pertemuan singkat dengan suaminya saat ini, keduanya ditakdirkan untuk menyatu dengan jalinan pernikahan dan menetap di Desa Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Pohin sebutan ternama bagi perkampung suami SIBAD menetap, merupakan perkampungan  yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat etnis Tionghoa, utuk melakukan ibadah/ritual keagamaan dan bersembahyang (sohyong) di Thaipakhung/Tempekong.

Pada perayaan hari-hari besar Ritual Agama/keyakinan etnis tionghoa,  perkampungan Pohin selalu ramai dikunjungi oleh penganutnya dari beberapa desa di Kecamatan Pemali khususnya Lingkungan sosial yang tentunya sangat jauh dari adat istiadat SIBAD sebagai seorang wanita yang berdarah Jawa dan beragama Islam.

Seiring waktu berlalu SIBAD kini dikaruniai empat orang putera dengan keberuntungan m



1   2      3      4