BGR Serahkan Hasil Reklamasi di Bukit Layang

Tim_Wow    •    Rabu, 20 Februari 2019 | 20:19 WIB
Lokal
Lembaga riset pemerintah Jerman, yakni yakni Bundensanstalt fur Geowissenschaften und Rohstoffe(BGR) / Federal Institute for Geosciences and Natural Resources German menyerahkan 17 hektar lahan reklamasi di Bukit Layang, Kabupaten Bangka kepada PT Timah Tbk, Rabu (20/2/2019).(yk/wb)
Lembaga riset pemerintah Jerman, yakni yakni Bundensanstalt fur Geowissenschaften und Rohstoffe(BGR) / Federal Institute for Geosciences and Natural Resources German menyerahkan 17 hektar lahan reklamasi di Bukit Layang, Kabupaten Bangka kepada PT Timah Tbk, Rabu (20/2/2019).(yk/wb)

SUNGAILIAT,www.wowbabel.com -- Lembaga riset pemerintah Jerman, yakni yakni Bundensanstalt fur Geowissenschaften und Rohstoffe(BGR) / Federal Institute for Geosciences and Natural Resources German menyerahkan 17 hektar lahan reklamasi di Bukit Layang, Kabupaten Bangka kepada PT Timah Tbk, Rabu (20/2/2019).

Lahan tersebut merupakan lahan bekas tambang milik PT Timah Tbk dan sejak 2007 digarap oleh lembaga riset asal Jerman sebagai pilot project reklamasi menggunakan teknologi ramah lingkungan.

"Kita berkomitmen melakukan reklamasi lahan bekas penambangan yang memberikan manfaat untuk masyarakat di daerah ini,"  ungkap Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk Alwin Albar saat acara serah terima di Bukit Layang.

Alwin menerangkan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang timah di Desa Bukit Layang ini  merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Jerman dalam menghijaukan kembali lahan kritis menjadi produktif untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Saat ini lahan tersebut sudah ditanami berbagai tanaman yang bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat, seperti kelapa sawit, karet, gelam, buah-buahan, sengon dan tanaman hortikultura lainnya.

"Bagi kami kegiatan ini bisa bermanfaat kepada masyarakat dan diharapkan kegiatan reklamasi ini menjadi percontohan dalam menghijaukan kembali lahan kritis di daerah ini," imbuh Alwin.

Sementara itu Sekretaris Pe



1   2