Menhub Permanenkan Larangan Terbang Boeing 737 MAX 8

Tim_Wow    •    Kamis, 14 Maret 2019 | 17:16 WIB
Nasional
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kamis (14/3/2019).(ist)
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kamis (14/3/2019).(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, grounded atau larangan terbang bagi pesawat Boeing 737 MAX 8 lebih dipermanenkan, untuk batas waktu yang belum ditentukan.

Terkait investigasi yang dilakukan, Kemenhub masih akan berkoordinasi dengan regulator penerbangan internasional, termasuk FAA agar tidak memunculkan spekulasi.

 Hal ini disampaikan Menhub saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi untuk meresmikan terminal penumpang Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (15/2/2019) siang.

 Menurut Budi, untuk sementara pihaknya menyimpulkan bahwa musibah yang dialami Lion Air JT 610 tidak sepenuhnya sama dengan insiden Euthopian Airlines, walaupun diakuinya ada kemiripan kendala yang dihadapi kedua pesawat naas tersebut.

"Kita akan berkoordinasi dulu dengan FAA untuk membahas, mereka (Euthopian Airlines) masalahnya apa, karena masalah yang dialami Euthopian Airlines berbeda apa yang terjadi di karawang. Mereka itu baru enam menit dan ketinggian belum seribu," jelasnya.

 Berdasarkan temuan tim investigasi, menhub memastikan akan menjadikan larangan terbang atau grounded terhadap Boeing 737 MAX 8, akan dipermanenkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Jadi ada suatu eveluasi yang lain pada saat kita mengevaluasi kejadian lain," katanya.

 Pelarangan terbang ini sudah disepakati oleh maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia dan dip



1   2