Yuslih Prihatin Kasus Kematian Ibu di Beltim Tinggi

Jurnalis_Warga    •    Senin, 15 April 2019 | 10:37 WIB
Lokal
Bupati Yuslih Ihza menyerahkan hadiah kepada Bidan. (fauzi akabar/ diskominfo beltim)
Bupati Yuslih Ihza menyerahkan hadiah kepada Bidan. (fauzi akabar/ diskominfo beltim)

MANGGAR, www.wowbabel.com - Tingginya kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), mendapat perhatian khusus dari Bupati Beltim, Yuslih Ihza. Bupati meminta bidan sebagai pengawal kesehatan terdepan harus berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan dan kepedulian kesehatan ibu hamil dan bersalin.

Data di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim mencatat tahun 2018 lalu setidaknya ada 4 kasus kematian ibu dan 21 kasus kematian bayi dan balita. Sedangkan di awal tahun 2019, sudah 6 kasus kematian ibu, 5 ibu bersalin dan satu ibu dalam masa nifas.

“Tingginya angka tersebut merupakan permasalahan penting dan harus segera mendapat penanganan serius. Salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin,” kata Yuslih saat membuka Seminar Ilmiah Ikatan Bidan Indonesia IBI, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Sabtu (13/4/2019).

Yuslih meminta agar bidan di Kabupaten Beltim dapat aktif melakukan kunjungan rutin dan teratur serta mengawasi perkembangan kehamilan. Hal ini dilakukan guna mendeteksi riwayat penyakit secara umum yang terjadi selama masa kehamilan.

“Karena jika ditangani sejak dini, secara cepat dan tepat, maka kecil resiko kesakitan dan kematian bagi ibu hamil. Angka kematian ibu dan bayi pun dapat ditekan,” ujar Yuslih.

Rasa prihatin atas ti



1   2      3