Isu Putihkan TPS Bagian dari Dinamika Demokrasi

Chairul Aprizal    •    Rabu, 17 April 2019 | 09:19 WIB
Lokal
Suasana di salah satu TPS 07 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, belum terlihat adanya warga at au pemilih yang menggunakan baju putih untuk pergi mencoblos.(rul/wb)
Suasana di salah satu TPS 07 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, belum terlihat adanya warga at au pemilih yang menggunakan baju putih untuk pergi mencoblos.(rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com --  Dr Ibrahim selaku pengamat politik mengatakan isu putihkan TPS yang dimainkan oleh salah satu paslon tidak akan berpengaruh terhadap pemilih di Bangka Belitung saat ini.

"Masa urusan baju saja harus diurus, jadi saya kira itu bagian dari dinamika berdemokrasi, " kata Ibrahim yang juga dosen Politik Fisip UBB.

Dr Ibrahim mengatakan isu itu adalah bubuk pemanis saja dalam menambahkan kesan dinamika pada pemilihan hari ini.

"Kalau ada kandidat yang menghimbau untuk memutihkan kan tidak semua orang juga patuhnya mengikuti itu," katanya.

"Kecuali dia pemilih-pemilih yang boleh dikatakan cukup sedikit fanatik mungkin dia akan ikut arahan," imbuhnya.

Dr Ibrahim memastikan Bangka Belitung tidak fanatik dalam mendukung kandidat yang ada.

"Tidak sampai pada urusan fashion pun harus diatur oleh kandidat dan saya kira sudahlah waktunya untuk memutuskan arah dukungan itu," ujarnya.

"Menurut saya imbauan makai baju putih makai seragam dengan warna tertentu itu juga adalah bagian dari proses politisasi dan kampanye dan itu tidak logis, cukup menunjukkan arah dukungan di bilik suara," tukasnya.(rul/wb)