Unik, Pikat Pemilih Petugas TPS Kenakan Seragam SD

Endi    •    Rabu, 17 April 2019 | 13:21 WIB
Lokal
Petugas Tempat Pemungutan Surat Suara (TPS) 003, Keluarahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, kompak mengenakan seragam siswa Sekolah Dasar (SD) dan hiasi TPS dengan berbagai ornamen cantik. Mulai dari hiasan majalah dinding hingga balon, pada Pemilu serenatak Rabu (17/4/2019).(dag/wb)
Petugas Tempat Pemungutan Surat Suara (TPS) 003, Keluarahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, kompak mengenakan seragam siswa Sekolah Dasar (SD) dan hiasi TPS dengan berbagai ornamen cantik. Mulai dari hiasan majalah dinding hingga balon, pada Pemilu serenatak Rabu (17/4/2019).(dag/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Petugas Tempat Pemungutan Surat Suara (TPS) 003, Keluarahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, kompak mengenakan seragam siswa Sekolah Dasar (SD) dan hiasi TPS dengan berbagai ornamen cantik. Mulai dari hiasan majalah dinding hingga balon, pada Pemilu serenatak Rabu (17/4/2019).

Trik tersebut, digunakan untuk menarik minat pemilih datang ke TPS. Upaya ini ternyata cukup berhasil, sehingga warga berbodong-bondong mendatangi TPS, yang menimbulkan antrean untuk memasuki TPS.

Suasana menyenangkan dan gembira ini, juga menarik minat anak-anak untuk bermain di sekitar TPS.

Disamping itu, untuk mempermanis suasana  petugas sengaja menghadirkan sepasang muda-mudi berbusana adat khas Bangka Belitung, yang bertugas menyambut kedatangan setiap pemilih.

"Menarik dan berbeda dari sebelum-sebelumnya, karena petugas TPS sampai saksi-saksi kompak kenakan seragam SD. Alhamdulillah sejak pagi tadi cukup banyak warga yang datang gunakan hak pilihnya," kata Darril Kiranova, petugas penyambut tamu pemilih.

Kendati mengaku senang dengan kreatifitas petugas TPS, sebagian pemilih mengaku kebingungan dengan banyaknya surat suara, terutama untuk calon legislatif yang menyulitkan pemilih untuk mencari caleg yang hendak mereka pilih.

"Bingung, karena banyak gak kenal terutama para caleg," ujar Marianti, salah satu warga yang menggunakan



1   2