BPOM Temukan Bahan Berbahaya di Kue Apem

Endi    •    Jumat, 10 Mei 2019 | 19:19 WIB
Ekonomi
Sidak BPOM ke pasar Ramadhan yang turut didampingi Walikota Pangkalpinang. (Dag/wowbabel)
Sidak BPOM ke pasar Ramadhan yang turut didampingi Walikota Pangkalpinang. (Dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, menemukan makanan mengandung bahan pewarna tekstil, pada salah satu menu berbuka puasa atau takjil yang diperdagangang di Kota Pangkalpinang.

Temuan itu dipastikan setelah BPOM mengambil uji sampel makanan, yang dilakukan di tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang.

"Dalam dua minggu ini kita sudah melakukan uji sampel sebanyak 82 jenis makanan takjil di seluruh kecamatan di Kota Pangkalpinang, dari situ kita dapatkan hasilnya 81 stempel memenuhi syarat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat, yang satunya kita temukan mengandung bahan berbahaya rhodamin B," jelas Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto, Jumat (10/5/2019) sore.

Sampel tersebut, ditemukan pada makanan yang cukup digemari masyarakat. Namun BPOM langsung mengambil tindakan dengan mengamankan makanan tersebut agar tidak diperjual belikan.

"Sampel itu ada di kue apem. Untuk ini kita sudah mengambil tindakan dan ternyata itu adalah kue yang dititip oleh produsennya ke penjual," tegasnya.

Menurut Hermanto, Rhodamin B merupakan bahan pewarna tekstil yang sangat berbahaya jika masuk kedalam tubuh manusia, karena menyebabkan penyakit seperti kanker.

"Barang ini (rhodamin B) tidak boleh digunakan ke makanan, karena rhodamin B digunakan untuk bahan tekstil dan pewarna kertas," terangnya.

"Memang dampaknya tidak kita rasakan sekarang, beberapa tahun kedepan ini bisa menyebabkan



1   2