Ekspor Timah Swasta Terjegal Kepmen ESDM

Abeng    •    Jumat, 14 Juni 2019 | 15:35 WIB
Ekonomi
Rapat Badan Musyawarah DPRD Provinsi Bangka Belitung dengan pihat terkait pertimahan yang dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, Dir Reskrimsus Polda Babel, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Dinas Perdagangan dan Dinas Pertambangan dan ESDM Babel, di Pangkalpinang (Jumat 14/06/2019). (*)
Rapat Badan Musyawarah DPRD Provinsi Bangka Belitung dengan pihat terkait pertimahan yang dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, Dir Reskrimsus Polda Babel, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Dinas Perdagangan dan Dinas Pertambangan dan ESDM Babel, di Pangkalpinang (Jumat 14/06/2019). (*)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Ekspor timah batangan Indonesia tahun 2019 terkendala. Belasan smelter swasta yang mengantongi ET Timah Batangan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) tidak bisa mengirim timahnya ke luar negeri sejak Januari 2019. Dampaknya terhadap penerima devisa ekspor dan dana bagi hasil dari pertambangan umum berkurang.

Hingga Mei 2019, Sucofindo sebagai lembaga bertugas memverifikasi asal barang untuk ekspor timah mencatat ekspor timah asal Babel sebanyak 26.000 metrik ton. PT Timah Tbk satu-satunya eksportir yang bisa melakukan kegiatan ekspor karena mampu memenuhi semua persyaratan yang diatur pemerintah. Salah satunya  memiliki competent person Indonesia (CPI).

Baca Juga : Hanya PT Timah yang Ekspor, SI Tidak Melakukan Verifikasi Lagi

Sementara itu belasan smleter swasta yang beroperasi di Babel tak mampu memenuhi syarat adanya CPI dalam pelaporan maupun perhitungan cadangan yang akan diverifikasi oleg surveyor ditunjuk.  

“Ekspor  timah terkendala dengan adanya Kepmen ESDM No 1827 tahun 2018 yang  mewajibkan adanya competent person (CPI). Hanya PT Timah Tbk yang memiliki CPI. Swasta lain belum ada,” kata Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Babel, Rusbani dalam rapat dengan DPRD Provinsi Bangka Be



1   2      3      4