Mencari Jodoh Markus

Abeng    •    Rabu, 26 Juni 2019 | 13:25 WIB
Opini
Albana, wartawan senior di Babel.(dok)
Albana, wartawan senior di Babel.(dok)

Oleh Albana Wartawan Senior di Babel

 

Bukan karena Pak Bupati Bangka Barat ini masih jomblo, karena memang sebagai Bupati, Markus belum didampingi wakilnya. Sejak dilantik 26 Maret 2019 sebagai bupati, menggantikan almarhum Parhan Ali, Markus memimpin Bangka Barat.  Baru tiga bulan saja, politisi sudah riuh mendorong agar Markus segera berpasangan.  Bandingkan dengan kursi Wagub DKI yang ditinggal Sandiaga Uno yang sudah lebih enam bulan kosong. Atau berkaca dengan proses pengisian kursi wakil Bupati Bangka Tengah genap setahun.

Suara gaduh datang dari tetangga Markus di DPRD. Apalagi pasca Pileg 2019 lalu. Masuk akal,  sisa masa jabatan tak lebih dari 18 bulan lagi. September sudah memasuki tahapan Pilkada sehingga kursi pendamping Markus jadi incaran. PAN dan Hanuara yang menganggap sebagai pewaris tahta kursi wakil bupati paling dini mendorong jodoh Markus itu. Calon tunggalnya Noviar Ishak saat ini menjabat Kadin PU Provinsi Babel jadi pilihan. Ketua DPW PAN Babel Patria Nusa dengan lantang menyodorkan nama Noviar Ishak.

Sedangkan di partai penguasa di DPRD Bangka Barat PKS sudah berteriak agar Markus secepatnya mendapat pendamping.   Samsir Ketua DPRD Bangka Barat ini risau, kalo telat mengusulkan calon pendamping, Markus bisa jadi single fighter atau jomblo sampai habis masa jabatan di pemerintahan.  Oleh sebab itu  Samsir menegaskan kalau pihaknya di DPRD Bangka Barat telah menyurati partai pengusung duet Pa



1   2      3