Mendorong Pusat Logistik Berikat di Kawasan Industri Sadai

Jurnalis_Warga    •    Kamis, 04 Juli 2019 | 13:36 WIB
Opini
Pelabuhan sadai, Bangka Selatan.(net/ist)
Pelabuhan sadai, Bangka Selatan.(net/ist)

Oleh: Yudi  (Pemerhati Kepelabuhanan)

Pusat Logistik Berikat (PLB) adalah tempat penimbunan barang asal luar daerah Pabean dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah Pabean dalam jangka waktu tertentu. Keberadaan PLB sejak tahun 2016  merupakan realisasi dari Paket Kebijakan Ekonomi jilid II Presiden Joko Widodo. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, PLB diharapkan menurunkan biaya logistik nasional, mempercepat waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan serta menarik investasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Program Pengembangan Kawasan Industri di Kawasan Indsutri Sadai mendorong investasi di kawasan berupa Pusat Logistik Berikat (PLB).  Hal ini penting guna memantik pusat perdagangan baru di samping menciptakan konektivitas laut dan pertumbuhan ekonomi wilayah itu. Keberadaan PLB akan memberikan dampak yang besar untuk menyongsong Indonesia sebagai  logistik Asia Pasifik. Letak geografis Sadai sangat mendukung dijadikan salah satu PLB di Kawasan Indonesia Bagian Barat.

Untuk menjadi hub logistik, PLB Sadai masih jauh dan perlu kerja keras. Bisa menjadi hub  logistik dalam beberapa komoditi dalam tiga tahun ke depan saja sudah bagus. Sebagai contoh untuk produk CPO atau produk turunan dari kelapa sawit seperti Palm Kernel Oil (bungkil), Palm Shell (cangkang), Karet, Timah, Lada Putih, Pasir Silica dan Karet.

Keunggulan dibentuknya PLB di Kawasan Industri Sadai adan



1   2      3