Wartawan di Babar Ngaku Kerap Diintervensi

Tim_Wow    •    Minggu, 14 Juli 2019 | 21:20 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Salah satu wartawan online di Bangka Barat mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak yang saat ini mulai mencoba mengintervensi dan mengintimidasi wartawan di Bangka Barat.

"Akhir-akhir ini saya mengalami hal ini, awalnya saya merasa sudah risiko setelah menulis berita mendapat respon dimarahi oleh mereka yang merasa terusik" ujar Chairul, Minggu (14/07/2019).

"Tapi setelah dibiarkan berapakali kembali diprotes bahkan dimarahi dengan bahasa yang tidak enak, tidak perlu disebutkan siapa, yang pastinya mereka yang merasa punya power," ungkap Chairul.

Menurut Chairul, dirinya menulis sesuai dengan kode etik jurnalis dan tidak pernah melakukan opini dalam tulisannya.

"Saya pernah menonton Bambang Hari Murti, wartawan senior pada bulan Juli 2019 saat bicara di ILC wajah demokrasi kita, katanya asalkan dia taat kode etik jurnalis maka dia jurnalis, barang siapa terbukti menghambat kemerdekaan pers dapat dipidana dua tahun penjara bahkan denda 500 juta, owner atau pimred sekalipun intervensi bisa dipenjara itu katanya yang saya tangkap," tutur Chairul.

Chairul mengatakan dirinya mengalami hal ini di Bangka Barat oleh oknum yang merasa punya kekuasaan.

"Ini menurut saya, bahkan dengar cerita dari salah satu kawan yang lain jika buat berita tidak enak langsung ditelepon atasan untuk dipindah ditegur dan semacamnya," kata Chairul.

"Saya sendiri pernah dimarahi, saya tidak punya hak menanggapi,



1   2