Saksi Ahli Berpendapat Daud Menistakan Agama

Chairul Aprizal    •    Kamis, 18 Juli 2019 | 07:42 WIB
Lokal
Terdakwa Daud Lumban Toruan dalam kasus dugaan penistaan agama kembali menjalani sidang kelima di PN Muntok Bangka Barat, Rabu (17/7/2019).(rul/wb)
Terdakwa Daud Lumban Toruan dalam kasus dugaan penistaan agama kembali menjalani sidang kelima di PN Muntok Bangka Barat, Rabu (17/7/2019).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Terdakwa Daud Lumban Toruan dalam kasus dugaan penistaan agama kembali menjalani sidang kelima di PN Muntok Bangka Barat, Rabu (17/7/2019).

Sidang kali ini dipimpin Golom Silitonga SH MH dengan agenda untuk mendapatkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Hendra Saputra SH MH.

Hendra meminta untuk membacakan berita acara keterangan dari dua saksi ahli yang tidak dapat hadir yakni ahli MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan ahli bahasa.

"Tadi sidang ahli dari Kominfo Jakarta itu menjelaskan digital forensik, saksi yang lain tadi kita bacakan di BAP tadi disumpah karena jauh juga Surabaya, jadi kita bacakan, kuasa hukum juga tadi setuju," kata Hendra.

Dari keterangan yang dibacakan ahli MUI menjelaskan kedua video menistakan agama Islam terlebih lagi dilakukan oleh orang yang tidak mengimaninya, ejekan, olokan, dan ujaran kebencian mengganggu ketertiban di NKRI. Ahli bahasa juga berpendapat sama bahwa ada kesengajaan dengan mengubah bahasa yang teratur dengan dipermainkan, dan dengan cara mengabaikan cara berkomunikasi.

"Saksi ahli sudah, terdakwa sudah, Minggu depan itu A de Charge, A de Charge ada tiga orang katanya sudah A de Charge kita bisa tuntutan," imbuh Hendra.

Hendra mengatakan sudah cukup mendatangkan saksi, dan mengungkapkan untuk ancaman pidananya enam tahun.

Sementara itu Marah Rusli,SH selaku penasehat hukum Daud menyampaikan untuk berikutnya akan



1   2