Perang Dagang China-USA Picu Anjloknya Harga Timah

Endi    •    Kamis, 25 Juli 2019 | 20:32 WIB
Ekonomi
Konferensi Pers AETI-RMI di Pangkalpinang. (dag/wowbabel)
Konferensi Pers AETI-RMI di Pangkalpinang. (dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Perang dagang China dengan Amerika serikat ditengarai menjadi pemicu trend penurunan harga timah dunia. Beruntung kondisi ekonomi makro dari negara-negara berkembang yang memiliki banyak industri elektronik dan merupakan sektor pengguna timah terbesar, masih cukup dominan.

Sehingga permintaan timah di pasar dunia diproyeksikan masih akan mengalami pertumbuhan walaupun saat ini masih terpuruk dibawah 18.800 US Dollar per metrix ton.

Komoditas mineral timah diklaim masih akan memberikan konstribusi positif dan menjadi salah satu andalan untuk mendongkrak kinerja neraca dagang Indonesia.

Hingga saat ini, walaupun mengalami penurunan  harga timah dunia masih terjaga di level sewajarnya, meski masih akan sangat bergantung pada konflik dagang China dan Amerika Serikat.

Menanggapi fluktuasi harga yang cenderung mengalami trend penurunan dalam satu bulan terakhir, Assosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) mengaku tidak terlalu khawatir dan menilai fenomena tersebut sangat lazim dalam perdagangan komoditas apapun.

"Banyak esport dari China terhenti, pemakaian timah di China sangat turun. Indeks di China turun 6 persen dalam satu hari," kata Sekjen AETI, Jabin Subianto, Kamis (25/7/2019).

Disampaikannya, dampak perang dagang China–USA ini, cukup mempengaruhi bursa timah mengingat China merupakan pemilik cadangan timah terbesar di dunia dan penurunan harga timah dunia yang terjadi saat ini di



1   2