Lagi, Lokasi Tambang Desa Mayang Telan Korban Jiwa

Chairul Aprizal    •    Rabu, 07 Agustus 2019 | 21:23 WIB
Lokal
Lokasi tambang tempat terkuburnya dua penambang asal kampung Air Samak, di desa Mayang Bangka Barat. (Chairul/wowbabel)
Lokasi tambang tempat terkuburnya dua penambang asal kampung Air Samak, di desa Mayang Bangka Barat. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Mayang kembali berduka dengan terjadinya lagi Laka Tambang. Kali ini peristiwa nahas itu tejadi di Tembesi Desa Mayang kecamatan Simpang Teritip kabupaten Bangka Barat (Babar).

Dua penambang meninggal dunia setelah terkubur hidup-hidup, Minggu (4/8/2019) kemarin dan ditambah dengan dua kejadian Laka Tambang di bukit Panjang desa Mayang. Total 7 orang telah meninggal selama sebulan terakhir dari laka tambang.

Korban yang terkubur hidup-hidup bernama Ashari bin Ramlan (42) dan Rustam bin Ciknang (35), keduanya merupakan warga kampung Air Samak. Mereka sekitar pukul 15.00 WIB sedang melakukan kegiatan penambangan dengan menggunakan alat berupa mesin tanah, mesin pompa air, selang, selang monitor dan sakan.

Menanggapi Laka Tambang desa Mayang yang tiga kali beruntun, Kapolsek Simpang Teritip, IPTU Astrian Tomi, SH., MH mengungkapkan, telah mendatangi seluruh penambang untuk diberikan imbauan.

Astrian juga menjelaskan telah melakukan pemeriksaan untuk kejadian Laka Tambang yang pertama dan kedua di bukit Panjang dan dinyatakan Laka Tambang tunggal.

"Untuk yang pertama dan yang kedua merupakan Laka Tambang tunggal sedang yang ketiga masih dipemeriksaan," ujarnya, Rabu (7/8/2019).

"Tadi pagi memberikan himbauan untuk menghentikan aktifitas tambang," tambahnya.

Kapolsek menegaskan, jika sudah berkali-kali diimbau namun penambang masih



1   2