Sempat Tembus USD 17.050, Timah Jeblok Lagi

Tim_Wow    •    Kamis, 08 Agustus 2019 | 13:31 WIB
Ekonomi
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

LONDON,www.wowbabel.com -- Kondisi ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat -China  menyebabkan harga komoditas barang tambang tertekan. Tak terkecuali komoditas utama ekspor Bangka Belitung yakni timah.

Harga timah dunia pekan pertama Agustus 2019 masih tidak stabil. Sempat dibuka diawal perdagangan USD 17.320 per ton pada Jumat (2/8/2019), harga jeblok menjadi USD 16.850 pada perdagangan Senin (5/8/2019).

Sehari berikutnya, harga kembali menembus USD 17.050 per metrik ton. Namun tak bertahan, pada perdagangan Rabu (7/8/2019) harga kembali turun USD 16.995 untuk pembelian tiga bukan ke depan.

Pemicu kemerosotan adalah eskalasi terbaru dari kebuntuan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, Presiden Trump mengumumkan pengenaan lebih banyak tarif pada barang-barang Cina yang efektif awal bulan depan,” tulis Louise Heavens dari business.financialpost.com.

Sedangkan Presiden Direktir Indonesia Clearing House (ICH), Nursalam menilai, lambannya penyelesaian kasus  balok timah  menurunkan reputasi Indonesia diperdagangan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai Country Risk atau negara beresiko bagi perdagangan timah balok.

"Ini lah yang menjadi penyebab tingkat kepercayaan menurunan, karena orang merasa beli timah di Indonesia tidak ada kepastian hukum," kata Nursalam, Rabu (7/8/2019) di Pangkalpinang.

Dia menjekaskan, dampak dari meningkatnya country risk Indonesia pada perdagangan timah murni batan



1   2