Angka Kenakalan Remaja Turun Drastis

Jurnalis_Warga    •    Kamis, 15 Agustus 2019 | 00:10 WIB
Lokal
Anggota Satpol PP Beltim saat sosialisasi ke SMP 1 Manggar. (Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)
Anggota Satpol PP Beltim saat sosialisasi ke SMP 1 Manggar. (Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)

MANGGAR, www.wowbabel.com - Angka Kasus Kenakalan Remaja di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menurun drastis dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini. Patroli rutin dan gencarnya sosilisasi diklaim menjadi kunci utama keberhasilan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Beltim.

Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Taufik Winhardi seizin Kadin Satpol PP, Zikril menyatakan hingga Juli 2019 kasus kenakalan remaja ditangani oleh Satpol Kabupaten Beltim baru mencapai 15 kasus. Jumlah itu menurun dari tahun 2018 yang mencapai 39 kasus.

Kasus kenakalan remaja yang ditangani Satpol PP terdiri dari minuman beralkhohol/miras, minum arak/ tuak, menghisap lem Aica/ Aibon, pacaran di luar batas, mengkonsumsi obat batuk Mextril dan Farendol serta konsumsi obat batuk Komix.

“Jika dibandingkan dari tahun 2016 mencapai 122 kasus, tahun 2017 sebanyak 121 kasus, tahun 2018 hanya 39 kasus, dan tahun 2019 Juli ini turun ke angka 15 kasus,” ungkap Taufik dalam keterangan resmi Diskominfo Beltim yang diterima www.wowbabel.com, Rabu (14/8/2019).                   

Menurut Taufik penurun tingkat kenakalan remaja paling tinggi dialami oleh kasus konsumsi obat batuk Komix, Mextril dan Faradol serta menghisap lem Aibon. Diduga adanya aturan pengetatan pendistribusian penjualan obat batuk dan lem ampuh menekan angka penyalahgunaan.

“Kalau penyalahgunaan obat bat



1   2