Hadiri "Chit Ngiat Pan" Ini Pesan Mulkan

Dwi H Putra    •    Jumat, 16 Agustus 2019 | 14:12 WIB
Lokal
Bupati Bangka, Mulkan SH MH ketika menghadiri prosesi Chit Ngiat Pan atau sembahyang rebut tradisi warga Tionghoa.(dwi/wb)
Bupati Bangka, Mulkan SH MH ketika menghadiri prosesi Chit Ngiat Pan atau sembahyang rebut tradisi warga Tionghoa.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Sembahyang rebut atau Chit Ngiat Pan yang merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang diperingati setiap bulan 7 tanggal 15 penanggalan Cina, tetap menjadi ritual hingga saat ini seperti di Kabupaten Bangka.

"Chit Ngiat Pan atau sembahyang rebut ini untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan yang dilakukan masyarakat Tionghoa," kata Bupati Bangka, Mulkan SH MH di Sungailiat, Jumat (16/8/2019).

"Selain itu untuk memperlihatkan hasil bumi yang melimpah, sehingga bisa meningkatkan sejahteraan masyarakat," ujarnya.

Mulkan menjelaskan untuk masa sekarang ini Chit Ngiat Pan mempunyai tujuan beragam seperti meningkatkan kesetiakawanan sosial, kekompakan dan kebersamaan, sehingga kondisi di lingkungan menjadi aman dan kondusif.

Selain itu dari segi agama untuk meningkatkan nilai kerukunan dan toleransi antar umat baik umat Tionghoa maupun suku lainnya di Kabupaten Bangka.

"Perkembangan Chit Ngiat Pan di beberapa daerah di Bangka menjadi salah satu tontonan bagi masyarakat, hal ini dapat menjadi potensi mendukung kepariwisataan kebudayaan di Bangka ini," jelas Mulkan.

"Hal ini juga bisa menjadi wisata religi, maka dari itu perlu manajemen dan pengemasan yang baik dan menarik kedepannya," paparnya.

Ditambahkannya Chit Ngiat Pan selain menjadi budaya keturunan Tionghoa serta menjadi pendukung kepariwisataan, diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dengan baik



1   2