Wako Lempar Kasus Infus Kedaluarsa ke BPOM

Endi    •    Rabu, 11 Oktober 2017 | 12:51 WIB
Lokal
Walikota Pangkalpinang M Irwansyah
Walikota Pangkalpinang M Irwansyah

WOWPANGKALPINANG -- Walikota Pangkalpinang, M Irwansyah, tak tinggal diam atas keteledoran pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpiang, lantaran memberikan cairan infus yang sudah kedaluarsa terhadap salah satu pasiennya, beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Wawan itu, mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk diusut.

"Kita tidak tinggal diam, jadi kasus ini sudah kita laporkan kepada pihak Dinas Kehatan Provinsi dan BPOM Pangkalpinang, karena mereka yang berwenang," katanya, Selasa (11/10).

Wawan menolak untuk wawancara lebih lanjut, padahal rumah sakit berplat merah tersebut, masih masuk ruang lingkup kerja Pemkot Pangkalpinang.

"Tanya saja sama dinas kesehatan dan BPOM Pangkalpinang," jawabnya singkat.

Sebelumnya, pasien atas nama Hazian Lesmana (43) warga Desa Payabenua, Kabupaten Bangka, meninggal dunia pada Jumat (7/10) lalu. Sebelum meninggal dunia, bapak tiga anak ini sempat diberi cairan infus kedaluarsa sebanyak dua kantong lebih oleh RSUD Depati Hamzah, pada Minggu (1/10) malam lalu.

Kondisi Hazian yang sebelumnya sudah dalam kondisi koma sejak Kamis (28/9), kian menurun pasca diberi infus kedaluarsa tersebut, hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Depati Hamzah.

Sementara itu Direktur RSUD Depati Hamzah, Syahrizal menegaskan, pasien meninggal bukan karena cair infus kedaluarsa masuk kedalam tubuhnya. Ia berdalih pasien meninggal karena komplikasi penyakit lambung dan TBC yang diidap pasien.

"Kalo pasien ini meninggal dunia karena infus kedaluarsa pada detik itu juga sudah meninggal dunia, ini kan ada rentang waktu satu minggu pasien baru meninggal dunia, setelah infus itu masuk ke dalam tubuhnya," jelasnya.

Dengan kejadian ini, pihak keluarga dan rumah sakit telah sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Pihak rumah sakit juga sudah menanggung semua biaya pengobatan pasien. Kesehatan pasien harus menjadi prioritas, apapun alasannya pengobatan dengan menggunakan obat kadaluarsa oleh pihak rumah sakit kepada pasien tentu tidak dibenarkan. (dag)



Tags :
MEDSOS WOWBABEL