Aho Selama 45 Tahun Hidup Dari Kopi

Abeng    •    Minggu, 15 Oktober 2017 | 22:44 WIB
Travel
WARUNG KOPI -- Aho pemilik warkop bersama pelanggan sekaligus rekan sesama pedagang pasar pembangunan.
WARUNG KOPI -- Aho pemilik warkop bersama pelanggan sekaligus rekan sesama pedagang pasar pembangunan.

WOWPANGKALPINANG -- Kopi sumber penghidupan. Bukan saja petani, tapi penjual kopi. Gelas demi gelas kopi yang terjual itulah menjadi sumber penghidupan bagi Aho (67).

Sudah genap 45 tahun  warga Semabung Pangkalpinang ini menekuni warung kopi. Bukan latah mengikuti trend bisnis yang akhir-akhir ini marak  Aho menggeluti bisnis warung kopi. Sejak masa lajang hingga punya cucu, Aho setia dengan warung kopinya tradisional.

"Dari masih bujangan tahun 1972 saya buka warung kopi," kata Aji pemilik Aho Kolonial di kawasan Pasar Pembangunan Pangkalpinang.

Enam tahun lalu lokasi warung kopinya pindah dari tempat lama yang masih di kawasan Pasar Pembangunan. Puluhan tahun Aho menempati petak sebagai tempat usaha warung kopinya.

"Ada perbaikan pasar jadi pindah ke tempat yang sekarang," tukas Aho.

Pelanggan Aho tergolong setia dan turun temurun, yakni para pedagang pasar sekitar lokasi warung kopi. Untuk dua hari Aji yang ditemani istri tercinta merebus 10 kilogram kopi bubuk yang dia beli dari pedagang kopi bubuk langganannya.

"Dari awal sampai sekarang saya langganan kopi bubuk yang dibuat di Pangkalpinang ini," ujar Aho.

Bisnis warung kopi Aho tak sepi, letak dipusat perdagangan itu tak kehilangan pelanggan. Dari warung ini Aho mencatat sukses tiga anaknya yang berkarya  di Jakarta.

Warung Kopi Aho tak sekedar menikmati secangkir kopi. Tapi warung ini ajang silahturahmi dan nostalgia rekan sesame pedagang Pangkalpinang  generasi Aho.(ban)



Tags :
BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE