Perempuan Pencetak Generasi Cemerlang

Muri_Setiawan    •    Minggu, 29 Oktober 2017 | 22:21 WIB
Lokal
Kaum perempuan se-Mendobarat membuka stand pameran hasil karya mereka berupa hasil pertanian dan kreatifitas seperti minuman Sari Nanas, serta beberapa produk kreatif lainnya pada acara  Gebyar dan Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M), Sabtu (28/10/17) di Desa Air Duren Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Provinsi Babel.
Kaum perempuan se-Mendobarat membuka stand pameran hasil karya mereka berupa hasil pertanian dan kreatifitas seperti minuman Sari Nanas, serta beberapa produk kreatif lainnya pada acara Gebyar dan Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M), Sabtu (28/10/17) di Desa Air Duren Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Provinsi Babel.

WOWSUNGAILIAT -- Kaum perempuan harus diberikan dorongan dan apresiasi dalam kehidupan bermasyarakat, agar bisa berkarya untuk mengembangkan diri demi meningkatkan taraf hidup dan derajat keluarga.

Hal itu diungkapkan oleh Dr Santo, perwakilan Kemendikbud RI, dalam kegiatan Gebyar dan Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M), Sabtu (28/10/17) di Desa Air Duren Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dikatakan Santo, perempuan harus mendapatkan kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki, dalam meningkatkan kapasitasnya.

"GP3M untuk memberikan dorongan dan apresiasi kepada perempuan untuk berkarya. Kegiatan dalam rangka pembangunan di bidang berkelanjutan, agar tidak hanya dinikmati untuk masa sekarang, tapi generasi mendatang," ujar Santo.

Lanjutnya, dipilihnya Kabupaten Bangka sebagai satu-satunya wilayah di Babel menjadi daerah ramah perempuan, karena aktif dalam pemberdayaan perempuan, termasuk budaya dan literasi.

"Bangka aktif dan sudah menjadi radar pemerintah pusat. Selanjutnya Bangka menjadi desa vokasi, yang diharapkan setiap desa memiliki produk khas di desa itu. Desa vokasi untuk pemberdayaan perempuan, harapannya ada pengolahan produk dengan nilai jual lebih tinggi lagi," paparnya.

Program yang dilakukan di Bangka, juga terdapat program kecakapan hidup perempuan.

"Kenapa perempuan?, karena di dunia ini perempuan punya peran paling penting. Keluarga, perempuan adalah pendidik utama, di lingkungan bermasyarakat sebagai penjaga norma," imbuhnya sembari menambahkan bahwa program perempuan juga untuk menumbuhkan budaya belajar.

Sementara, Ketua PKK/Bunda PAUD Bangka, Mina Tarmizi mengatakan untuk di Kabupaten Bangka, terdapat 4 kelompok kerja (Pokja). Pokja 1, merupakan pendidikan PAR (Pola Asuh anak dan Remaja), PKK desa. Selanjutnya Pokja 2, dengan program pemberdayaan ekonomi, seperti diklat pelatihan membuat pernak-pernik dari sisik ikan.

"Pokja 3, adalah Hatinya PKK. Terakhir Pokja 4 yakni PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Perlu diketahui, PKK Bangka mendapatkan 70 juta pertahun dari APBDes, ini terbesar se-Indonesia," ujar Mina.

Mina juga mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan perempuan di Bangka melakukan pemeriksaan IVA tes dengan terget 1.600 orang, yang baru tercapai 700 orang perempuan.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka, Padli mengatakan bahwa dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan ibu-ibu.

"Karena ibu atau perempua. Paling dekat dan pihak pertama dengan pendidikan (anak-anak). Kita ada program strategis yakni Bunaktuslah (Perburuan Anak Putus Sekolah), Gemar dan Cinta Membaca Al Qur'an, One Day One Juz, Ayo dan Gemar Mengaji," tutur Padli.

GP3M tahun 2017, merupakan program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui Ditjen Pembinaan PAUD Dikmas Kemendikbud RI, bekerkasama dengan Dindik Bangka, dengan melibatkan beberapa stakeholder mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama se-kabupaten Bangka.

Hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Bupati Bangka Zulkarnain Idrus, Anggota DPRD Bangka, serta ibu rumah tangga yang berasal daru kecamatan Mendo Barat sekitarnya. Dialog atau sarasehan GP3M ini sendiri dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ekonomi UBB, Dr., Reniati.

Kaum perempuan se-Mendobarat yang hadir, juga membuka stand pameran hasil karya mereka berupa hasil pertanian dan kreatifitas seperti minuman Sari Nanas, serta beberapa produk kreatif lainnya.(mur)

 



Tags :
TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL