Kenaikan Harga Ikan Masih Sebabkan Inflasi di Pangkalpinang

Muri_Setiawan    •    Selasa, 07 November 2017 | 13:31 WIB
Ekonomi
Kunjungan dan pemantauan yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Pangkalpinang bersama TPID Kota Pangkalpinang menjelang bulan suci Ramadhan 1438H/2017 M beberapa waktu lalu. (Dok)
Kunjungan dan pemantauan yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Pangkalpinang bersama TPID Kota Pangkalpinang menjelang bulan suci Ramadhan 1438H/2017 M beberapa waktu lalu. (Dok)

 

 Inflasi di bulan Oktober 2017 disebabkan oleh kelompok inti yang mengalami inflasi 0,23% (mtm) yang disumbang oleh kenaikan harga beberapa makanan olahan dan komoditas ikan.

 

WOWEKONOMI - Indeks Harga Konsumen di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Oktober 2017 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,07% (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 3,77% (yoy).

“Sejalan dengan Nasional, inflasi Bangka Belitung cukup terkendali. Hal tersebut didukung stabilnya harga bahan pokok dan relatif terkendalinya tarif angkutan udara”, ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Wowbabel.com, Senin (6/11/17).

Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,07% (mtm) dan Kota Tanjungpandan mengalami inflasi 0,29% (mtm). Inflasi di bulan Oktober 2017 disebabkan oleh kelompok inti yang mengalami inflasi 0,23% (mtm) yang disumbang oleh kenaikan harga beberapa makanan olahan dan komoditas ikan.

Di sisi lain, tercatat kelompok administred price mengalami deflasi sebesar 0,66% (mtm) dan volatile food mengalami deflasi 2,20%. Terkendalinya inflasi volatile food didukung oleh terjaganya pasokan bahan pangan, seperti cabai dan bawang sehubungan dengan masih berlanjutnya panen di daerah Brebes.

Pengendalian inflasi yang dilakukan pada bulan Oktober 2017 masih mengacu pada Progra



1   2