Ibrahim : Jangan Berorientasi pada Poin

Ibrahim, Dosen Politik Universitas Bangka Belitung. (fb./ibrahim.bintang.3)
Ibrahim, Dosen Politik Universitas Bangka Belitung. (fb./ibrahim.bintang.3)

WOWPANGKALPINANG -- Penghargaan yang diterima Provinsi Bangka Belitung terkait peningkatan nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2016. Mendapat apresiasi dari Dosen Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibrahim.

Menurut Ibrahim, peningkatan nilai IDI tersebut menunjukkan bahwa ada perbaikan atas kinerja demokrasi. Hal ini mengindikasikan bahwa semua elemen bekerja secara sinergis untuk meningkatkan angka capaian ini.

Bagaimanapun, kata Ibrahim, dimensi IDI sangat luas dan karenanya peningkatan ini adalah kinerja bersama.

"Ini menunjukkan bahwa ada perbaikan atas kinerja demokrasi, serta mengindikasikan semua elemen bekerja secara sinergis untuk meningkatkan angka capaian tersebut," ujar Ibrahim, saat dikonfirmasi wowbabel.com, Rabu (6/12/17).

Lebih lanjut, Ibrahim menuturkan jika penilaian IDI pada dasarnya simbolik. Akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana agar kondisi eksisting ini bisa terjelmakan dalam praktik keseharian.

"Tentu IDI adalah alat general check up, dia bukan instrumen vital karena dengan atau tanpa penilaian, demokrasi harus tetap diwujudkan menuju ke arah yang lebih baik," tutur alumni UGM ini.

Ibrahim memberikan pendapat, untuk di Babel sendiri, Ia melihat bahwa konten demokrasi sudah sangat baik. Diskriminasi dan konflik tidak tajam, meski ada 'kerikil-kerikil' yang harus dihadapi.

"Demokrasi di Babel sudah sangat baik. Saya kira warga Babel punya sejarah panjang dengan egalitarianisme," katanya.

Ibrahim berharap kedepan pemerintah daerah harus mengedepankan nilai - nilai demokrasi sebagai kerja bersama.

"Meski demikian, kita tidak boleh terlalu berorientasi pada poin raihan yang mengabaikan substansi. Kedepan kita harus fokus mengembangkan nilai-nilai demokrasi sebagai kinerja bersama. Meski demikian, kita tidak boleh terlalu berorientasi pada poin raihan yang mengabaikan substansi. Toh demokrasi yang ideal itu adalah terkonsolidasi dan equal," harapnya. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL