Amri : Dukung Udin - Edison, Ini Ikhtiar PPP

Muri_Setiawan    •    Jumat, 08 Desember 2017 | 10:42 WIB
Pilkada
Amri Cahyadi, Ketua DPW PPP Babel. (dokpri/fb.@amri.almawardi)
Amri Cahyadi, Ketua DPW PPP Babel. (dokpri/fb.@amri.almawardi)

WOWPILKADA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya menyatakan dukungannya kepada pasangan bakal calon yang akan maju di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Pangkalpinang 2018.

Ketua DPW PPP Bangka Belitung, Amri Cahyadi mengatakan, pihaknya sudah memutuskan mendukung paket pasangan bakal calon, Saparudin dan Edison Taher.

Dikatakan Amri, terjadi proses yang cukup panjang bagi partai berlambang Ka’bah itu memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Udin-Edison.

“Pasangan inilah yang kita godok-godok, kemudian keluarlah rekomendasi oleh DPC, kemudian DPW mengkaji akhirnya DPW menyetujui. Kemudian kita presentasikan ke DPP, dan DPP merestui, dan sudah dikeluarkan surat keputusan DPP,” ungkap Amri, Kamis (7/12/2017) kemarin kepada wartawan di Pangkalpinang.

Pilihan kepada Udin-Edison, dikatakan Amri karena pasangan ini adalah pasangan yang pas untuk menata kota Pangkalpinang, terutama dalam basic keilmuan.

Profesor Saparudin yang seorang akademisi, berpasangan dengan Edison Taher yang memiliki pengalaman mumpuni di birokrasi, menjadi alasan kuat PPP memilih keduanya.

“Pasangan ini pasangan kombinasi yang baik dari sisi akademisi dan birokrasi. Akademisi karena pak Udin seorang Professor, guru besar, yang punya pengalaman akademik dalam bidang pendidikan dan dia bukan guru besar ilmu politik tapi teknologi informasi. Kenapa kita juga mendukung pak Edison Taher, kita berharap beliau (Udin_red) dibantu seorang birokrat tulen, yang sudah paham betul birokrasi di pemerintahan, supaya berimbang. Kita berharap pasangan ini bisa diterima masyarakat pangkalpinang,” jelasnya.

Amri sendiri menegaskan bahwa PPP tidak ingin tergesa-gesa dalam menentukan sikap politik dalam Pilwako tahun depan.

“Mengapa kita baru membuka hari ini, mengingat inikan politik. Dalam konteks pilkada itu, ada aturan batasan kursi parpol untuk mengusung kandidat. Dan PPP baru 4 kursi. Dan kita berharap saat deklarasi, sudah dihadiri dukungan parpol yang cukup,” ujarnya.

“Namun PPP, kita sudah final mendukung beliau, paket. Kita berharap, kalau ditanyakan bagaimana kecukupan parpol pendukung, itu menjadi kewajiban paslon. Namun kamipun aktif berkomunikasi lintas parpol, namun belum final,” imbuhnya.

Saat ditanya, persoalan tidak adanya kader internal partai yang diusung, Amri mengatakan bahwa pihaknya lebih realistis melihat peta politik di kota Pangkalpinang, menjelang pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.

“Kita realistis saja, bahwa kami secara professional wajib memastikan rangkaian proses pendaftaran, penentuan calon pilkada oleh PPP itu diawali oleh proses penjaringan calon itu konsisten dan benar-benar dijalankan. Apa itu, kita lihat siapa yang mendaftar, secara kebetulan yang mendaftar untuk calon Walikota ada beberapa orang, namun pada saat Rapimcab yang ada hanya 3 orang, pak Udin, Djunaidi Thalib dan pak Renaldi. Kami pilihannya ke Prof Saparudin, artinya yang betul-betul mendaftar,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, saat pendaftaran untuk posisi calon Wakil Walikota, terdapat dua orang kader internal PPP dan satu dari luar kader, yakni Edison Taher.

“Dari sini formulasinya kita pertimbangkan, pertama kita sudah tetapkan Saparudin, kita sandingkan dari kader internal kita. Kita punya parameter-parameter dukungan, sebagai partai politik memang kita berambisi untuk mewujudkan pasangan dari kader internal. Namun kitapun harus sadar diri, dalam konteks popularitas, akseptabilitas, kemudian daya kepemilihan masyarakat. Setelah kita kaji-kaji, dalam konteks Saparudin, yang beliau ini berpengalaman dari sisi pendidikan akademisinya, karena beliau dosen. Maka ini urusan birokrasi, dan yang punya pengalaman birokrasi yang satu-satunya mendaftar di PPP ya Edison Taher, maka kita pilih dia,” terang Amri yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Babel ini.

Alasan lainnya memilih Edison Taher sebagai bakal calon Wakil Walikota, menurut Amri, karena dari segi integritas dan kapabilitas, Edison Taher mampu mengemban amanah sebagai Kepala Dinas di Pemkot Pangkalpinang cukup lama, dan Edison dinilai paham urusan birokrasi di Pemkot Pangkalpinang.

“Logikanya tidak mungkin pak Edison tidak punya integritas dan kapabilitas, kalau sudah bertahan hampir 12 tahun menjadi Kepala Dinas Pendidikan di kota Pangkalpinang. Pastilah beliau punya kapabilitas, punya integritas, itu nilai jualnya. Kalau tidak punya kemampuan, integritas dan kapabilitas tidak mungkin beliau menjadi kepala dinas selama itu. Karena memiliki itu, beliau mengertilah birokrasi,” tukasnya.

Dikatakan Amri, langkah politik ini merupakan ikhtiar PPP untuk mengusung paslon yang menurut pandangan mereka terbaik bagi Pangkalpinang. Bagaimana berikutnya, Amri menyerahkan kepada masyarakat Pangkalpinang.

Namun sebelum itu, lanjut Amri, pasangan ini juga memiliki nilai jual ke partai-partai lainnya, supaya juga bisa mendukung, walaupun mayoritas partai sudah berada di pasangan-pasangan lainnya, "Hanya sedikit partai yang belum mendeklarasikan diri, kita berharap pasangan ini mendapat dukungan yang cukup," ungkapnya.

“Kemudian pasangan ini pastilah keinginan mereka sendiri, mengingat dari pengalaman, kalau pasangan yang bersifat dipaksakan dikhawatirkan itu tidak memberikan hasil yang baiklah. Tetapi dari awal jika mereka sudah berkomitmen berpasangan, punya kecocokan, tidak dipaksakan, insya Allah ini baik. Kita PPP selalu introspeksi dan mengevaluasi langkah-langkah politik dan ini ikhtiar politik PPP melihat dalam konteks kecocokan, kemampuan dan daya pilih masyarakat yang tinggi,” imbuh Amri.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE