Lamri Gali Lobang Tutup Lobang, Terjerat Utang Tauke

Endi    •    Selasa, 19 Desember 2017 | 07:32 WIB
Lokal
Perahu nelayan terparkir di dermaga nelayan Pangkal Arang, karena tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.(dag)
Perahu nelayan terparkir di dermaga nelayan Pangkal Arang, karena tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.(dag)

WOWPANGKALPINANG -- Berprofesi sebagai nelayan, terutama untuk nelayan kecil kebanyakan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Oleh karenanya, selama tidak melaut, tak jarang dari mereka terpaksa ngutang untuk biaya hidup keluarga.

Seperti yang dilakukan Lamri. Pria paruh baya ini, untuk menafkahi keluarga terpaksa harus meminjam ke tauke atau bos pemodal kapal. Sementara hutang lama, masih menumpuk. Belum lagi pinjaman tauke itu konsekuensinya hasil tangkapan ikannya harus dijual ke tauke.

"Untuk makan pinjam sama bos dulu, terpaksa tambah lagi hutangnya. Saat ini aktivitas gak ada, cuma di 8rumah, kalau ada air di kapal buang, gitu aja," ujarnya, ditemui di sela-sela kegiatannya di kapal yang sedang terparkir di dergama nelayan Pangkal Arang, Pangkalpinang, Senin (18/12/2017) sore.

Mirisnya lagi, nelayan bermodal minim membeli kapal dengan bantuan modal tauke, termasuk kapal milik Lamri. Cicilan hutang kapal inipun dipotong saat menjual hasil tangkapan ke tauke.

"Belum lepas utang sama tauke, kita mesti nyicil lagi. Belum lunas hutang mesti ngutang lagi, kalau lepas tidak bisa lepas, karena gali lobang tutup lobang. Belum lagi hutang belum habis, kadang kapal sudah rusak. Untuk kapal berukuran besar Rp160 juta, kalau sedang Rp 60juta. Iya kalau cuaca kayak gini mana bisa bayar, kalau melaut dan ada hasil bayar. Kalau gak pun, tauke gak maksa,'' ungkap Lamri.

Ia berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib nelayan dikala menghadapi musim paceklik seperti yang terjadi saat ini.

"Kalau bisa dibantu lah, selama ini gak ada dibantu pemerintah, apalagi cuaca buruk ini gak bisa diprediksi sampai kapan," harapnya.(dag)



Tags :
MEDSOS WOWBABEL