Selama Tahun 2017, Tipiter Ungkap 19 Kasus Ilegal Mining

Endi    •    Jumat, 22 Desember 2017 | 12:21 WIB
Lokal
Kasubdit 4 Tipiter Polda Babel  AKBP I Wayan Riko Setiawan.(dag)
Kasubdit 4 Tipiter Polda Babel AKBP I Wayan Riko Setiawan.(dag)

WOWPANGKALPINANG--Sedikitnya 19 kasus penambangan timah secara ilegal berhasil di ungkap jajaran Polda Bangka Belitung, dalam kurun waktu tahun 2017.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel Kombes Pol Mukti Juharsa melalui Kasubdit 4 Tipiter AKBP I Wayan Riko Setiawan, mengatakan, dari 19 kasus tersebut, 13 kasus diantaranya sudah dinyatakan tahap dua, sementara sisanya masih dalam proses sidik serta telah disidang di pengadilan.

“Ada yang sudah sidang, dua kasus sudah lengkap atau P21 tetapi belum diserahkan karena masih berkoordinasi dengan pihak kejaksaan kapan penyerahannya. Sedangkan tiga kasus lainnya sedang dalam proses tahap satu dan satu kasus masih sidik,” terangnya.

Ia menjekaskan, rata-rata para penambang dan kolektor tambang timah ilegal melakukan pelanggaran menambang tanpa mengantongi izin usaha produksi (IUP).

“Rata-rata pelanggaran mereka ini menambang di luar IUP dan juga melakukan pembelian, penampungan dan pengolahan dari luar IUP,” ujarnya.

“Dari 19 kasus tersebut, penangkapan timah yang paling besar di Belitung sebanyak sembilan ton milik saudara Asui. Timah milik para penampung ini rata-rata kami amankan di gudang,” lanjutnya.

Dikatakannya, barang bukti yang diamankan dari ungkapan kasus itu, diantaranya pasir timah, timah batangan atau timah balok, dan juga slag.

“Bentuk timah yang kita tangkap separuh dari mereka ada yang sudah dilobi, ada yang sudah digoreng dan



1   2