7 Tersangka Narkoba Terancam Hukuman Mati

Endi    •    Kamis, 28 Desember 2017 | 11:33 WIB
Lokal
Kepala BNNP Babel menunjukkan barang bukti narkotika, dalam gelar kasus di kantor BNNP Babel, Rabu (27/12/2017) kemarin. (Yanto/ Wow Babel)
Kepala BNNP Babel menunjukkan barang bukti narkotika, dalam gelar kasus di kantor BNNP Babel, Rabu (27/12/2017) kemarin. (Yanto/ Wow Babel)

WOWHUKUM - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNNP Babel) berhasil mengungkap 10 kasus narkoba dengan 12 tersangka dibekuk di Babel dalam kurun waktu sepanjang tahun 2017. Dari 12 tersangka tersebut, 7 diantaranya terancam vonis hukuman mati. 

"Diatas 5 gram kepemilikan BB (Barang bukti), bisa mendapat ancaman seumur hidup, hingga hukuman mati. Dari 12 tersangka, yakni 11 laki-laki dan 1 perempuan, 80 persen atau 7 tersangka kasus narkoba terancam hukuman mati," ungkap kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Nanang Hadiyanto, Rabu (27/12/2017) kemarin.

Dalam kurun waktu itu, jelas dia, BNNP Babel berhasil menyita sebanyak 1573,15 gram narkotika jenis sabu-sabu.

Kinerja BNNP lainnya, lanjut dia, juga melaksanakan kegiatan di bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dengan total delapan kegiatan advokasi dengan jumlah 129 audience dan 53 kegiatan desiminasi. Hanya saja, pemberdayaan tersebut tidak ada artinya tanpa dukungan masyarakat itu sendiri.

"Untuk kegiatan ini terutama kita tujukan kepada seluruh masyarakat Babel dalam memberikan perlindungan agar tidak terkena bahaya narkotika. Kegiatan pemberdayaaan masyarakat ini, kita gencar tapi tidak akan berarti tanpa dukungan masyarakat," ungkapnya.

BNNP Babel juga, sambung Nanan, memiliki Klinik Pratama guna melakukan kegiatan rehabilitasi terhadap penyalahguna atau pecandu. Pada tahun ini, yang ditangani BNNP sebanyak 176 penyalahguna dan oleh Yayasan Atap Langit menangani sebanyak 25 penyalahguna.

"Dengan begitu total yang telah direhab, ada 201 penyalahguna. Data penyalahguna ini, juga diikuti program pasca rehabilitasi. Pasalnya, setelah rehab tidak bisa lepas begitu saja harus terus dipantau, kalau tidak mereka bisa aktif kembali. Kita dalam pemberantasan narkoba ini tidak bisa sendiri, jadi kami bersama instansi lainnya juga," tandasnya.



MEDSOS WOWBABEL