Harga Mobil Naik, Penjualan Masih Lesu

Abeng    •    Kamis, 04 Januari 2018 | 12:51 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

WOWEKONOMI -- Harga mobil bakal naik tiap tahunnya. Begitu pula dengan PT Toyota Astra Motor (TAM) yang siap menaikan harga sederet line-up-nya pada awal 2018, mulai dari Toyota Calya yang masuk kelas Low Cost Green Car (LCGC) sampai kelas premium seperti Land Cruiser.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT TAM mengatakan, kenaikan harga mobil Toyota tentu bervariasi, karena setiap model berbeda-beda tergantung produk. Kata dia, kenaikan harga dilakukan karena disebabkan beberapa faktor.

“Kenaikan harga bervariasi tergantung produknya dan kenaikan dikarenakan inflasi, kenaikan cost (biaya produksi dan bahan bakunya), nilai tukar mata uang asing serta penyesuaian BBN (Bea Balik Nama),” ujarnya.

Meski belum secara resmi merilis harga baru, namun Soerjo memberi gambaran kenaikan banderol pada Calya, yakni Rp 300 ribu.Sedangkan kenaikan paling tinggi mencapai Rp 32,3 juta untuk Land Cruiser. Dia mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci kenaikan harga produk-produknya, mengingat jumlah mobil yang dipasarkan cukup banyak.

Dari pengakuan pelaku usaha jual beli mobil di Pangkalpinang, sepanjang tahun 2017 lalu penjualan mobil turun ketimbang tahun sebelumnya akibat belum pulihnya ekonomi masyarakat Babel. Ketergantungan Babel terhadap timah belum bisa dilepas.

"Masih lesu penjualan mobil. Sudah hampir dua tahun ini penjulan belum bagus akibat hasil dari tambang timah terpuruk.," kata Frans penjual mobil bekas dihubungi terpisah.

"Rata-rata dalam sebulan hanya terjual sebanyak empat sampai lima unit mobil bekas berbagai merk,” kata M Kholil Manajer Andhara Motor Pangkalpinang.

Angka penjualan anjlok dibanding beberapa tahun sebelumnya yang bisa mencapai 10-12 unit per bulan.

Lesunya usaha penjualan mobil bekas, kata Kholil, disebabkan roda perekonomian daerah yang melambat, imbas dibatasinya usaha penambangan timah.(*/ban)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL