Pasokan Ikan Sedikit, Dua Bulan Cik Man Tak Jualan

Barly    •    Kamis, 04 Januari 2018 | 06:02 WIB
Ekonomi
Pegawai Disperindag Bangka Barat saat meninjau Pasar Ikan Muntok beberapa waktu lalu. Hal ini dilakukan untuk memantau harga bahan pokok di pasar tersebut.(ham)
Pegawai Disperindag Bangka Barat saat meninjau Pasar Ikan Muntok beberapa waktu lalu. Hal ini dilakukan untuk memantau harga bahan pokok di pasar tersebut.(ham)

WOWMUNTOK – Angin kencang dan gelombang tinggi yang akhir-akhir ini kerap terjadi di perairan Kota Muntok dan sekitarnya, menyebabkan para nelayan setempat enggan melaut.

Akibatnya pasokan ikan ke pasar sangat kurang. Kalaupun ada berasal dari daerah lain seperti Sungailiat, Pangkalpinang atau Palembang. Kondisi ini juga menyebabkan para penjual ikan di Pasar Muntok kesulitan untuk menjual ikan, bahkan sejumlah pedagang ikan memilih tidak berjualan .

Seperti yang dialami Cik Man, warga Kampung Menjelang Kecamatan Muntok. Ia memilih tidak berjualan ikan lantaran khawatir rugi. Pedagang ikan yang sudah puluhan tahun mangkal di Pasar Muntok ini, hampir dua bulan tidak berjualan.

“Saya sudah hampir dua bulan tidak jualan ikan di pasar. Akhir-akhir ini pasokan ikan dari pelelangan sangat sedikit. Kalau pun ada ikan masuk ke pasar, itu ikan dari luar, bukan dari nelayan Muntok,” ungkap Cik Man beberapa hari lalu kepada wowbabel.com.

Menurut Cik Man, dirinya khawatir rugi jika menjual ikan yang berasal dari luar Muntok. Pasalnya selain harganya mahal, kualitas ikannya kurang bagus.

“Ikan yang masuk dari luar, istilah kita ikan fiber. Biasanya harganya agak mahal dari harga pelelangan, sehingga kita sulit untuk menjual. Selain itu kualitas ikan kurang bagus karena sudah terlalu lama dibekukan,” tutur Cik Man.

Dikatakan Cik Man harga ikan di Pasar Muntok saat ini cukup tinggi. Untuk ikan ciu bisa mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, ikan kerisi bisa mencapai Rp 50 per kilogram. Begitu  juga dengan ikan selar mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

“Harga jual ikan fiber sangat tinggi, kita bingung mau jual berapa. Kalau tidak laku kita bisa rugi,” imbuh Cik Man.

Cik Man berharap kondisi cuaca segera normal, sehingga nelayan bisa melaut dan pasokan ikan ke pasar menjadi normal kembali.

“Selama dua bulan tidak berjualan terpaksa kita hidup berhemat. Mudah-mudahan kondisi seperti ini segera berlalu dan kita bisa berjualan lagi,” harap Cik Man.(bar) 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE