Warga Tolak HTI, DPRD Bangka Barat Surati Kemenhut

Dani    •    Senin, 08 Januari 2018 | 17:25 WIB
Lokal
Ketua DPRD Bangka Barat Hendra Kurnia.(ham)
Ketua DPRD Bangka Barat Hendra Kurnia.(ham)

WOWMUNTOK – Pihak DPRD Bangka Barat (Babar) telah menyurati Kementerian Kehutanan Republik Indonesia terkait dengan penolakan Hutan Tanam Industri (HTI) di Bangka Barat yang dilakukan oleh ribuan warga.

Ketua DPRD Bangka Barat, Hendra Kurnia, mengatakan penolakan warga terhadap HTI adalah sesuatu yang wajar dan biasa. Penolakan itu terjadi lantaran persedian hutan di  Bangka Barat saat ini hanya tersisa sekitar 70 ribu hektare. Jika lahan tersebut digarap untuk HTI maka akan habis dan warga terancam tidak bisa berkebun dan bertani.

“Atas penolakan tersebut, kamai telah menyurati dan menyampaikan  aspirasi masyarakat  ke  pihak Kementerian Kehutanan  Republik Indonesia untuk meninjau ulang perizinan  PT RBS yang akan menggarap lahan seluas 66 ribu hectare,” ungkap Hendra, Senin (8/1/2018).

“Bagaimana masyarakat akan berkebun dan bertani jika lahan yang tersisa di Bangka Barat sudah habis untuk HTI,” imbuh Hendra.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (6/1/2018), ribuan warga dari 40 desa di Bangka Barat mendeklarasikan menolak keberadaan HTI. Deklarasi dilakukan di Lapangan Bola Pal 6 Desa Air Belo Kecamatan Muntok.

Apabila pemerintah tidak mencabut perizinan HTI yang dikantongi PT RBS maka warga akan menggelar demo besar-besaran.

Pengelolaan lahan HTI oleh PT Rimba Bangun Sejahtera (RBS) diduga sudah mengantongi izin dari pemerintah daerah maupun pusat sejak 2009 lalu dan hingga kini masih berjalan.

Semula warga tidak mengetahui adanya puluhan ribu hektare lahan HTI di Bangka Barat lantaran tidak ada sosialisasi sama sekali.(ham)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL