Puluhan Ponton Tambang Apung Nyaris Dibakar Warga Sinar Bulan

Endi    •    Selasa, 09 Januari 2018 | 21:01 WIB
Lokal
Warga Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Air Itam minta agar puluhan ponton tambang apung di Pantai Tanjung Bunga segera angkat kaki, lantaran mengganggu aktifitas warga dan nelayan setempat.(dag)
Warga Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Air Itam minta agar puluhan ponton tambang apung di Pantai Tanjung Bunga segera angkat kaki, lantaran mengganggu aktifitas warga dan nelayan setempat.(dag)

WOWPANGKALPINANG -- Polemik tambang timah illegal di Bangka Belitung seolah sudah menjadi perosalan klasik yang tak kunjung usai.

Di Kota Pangkalpinang, sebuah kawasan tanpa wilayah pertambangan pun digarap oleh pelaku illegal mining. Semantara hingga kini tidak ada tindakan tegas yang diambil aparat penegak hukum. Mirisnya, lagi-lagi rakyat kecil menjadi korbannya.

Muak dengan janji manis pemerintah yang tanpa solusi, Senin (9/1/2018) siang, puluhan nelayan Sinar Bulan Pangkalpinang, menggeruduk tempat bersandarnya puluhan ponton tambang apung illegal, di kawasan Pantai Tanjung Bunga, guna mengusir keberadaan tambang tersebut.

Aksi ini dipicu tidak digubrisnya keinginan nelayan agar aktivitas penambangan di kawasan wisata tersebut dihentikan, padahal telah dua kali dilakukan peringatan. Apalagi keberadaan tambang illegal tersebut, mengganggu hasil tangkapan dan aktivitas nelayan tradisional. Bukan hanya mengancam mata pencaharian nelayan, aktivitas tambang illegal ini merusak kawasan wisata di Pangkalpinang. Bahkan hutan mangrove pun menjadi sasaran keganasan aktivas tambang tersebut.

Pelaku pertambangan kian menggila, puluhan ponton bersandar di bibir pantai. Apalagi nelayan mendapati mereka sedang bekerja. Nelayan yang sudah tersulut emosi nyaris membakar puluhan ponton tambang yang berjejer tepi pantai, beruntung aparat mampu menenangkan aksi nelayan. Alhasil ponton-ponton apung ini hanya di persilakan angkat kaki.

Sejatinya, kawasan tersebut merupakan tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan tradisional, namun sejak kedatangan ponton tambang illegal ini, nelayan malah terusir.

Menurut nelayan, aktivitas pertambangan di kawasan mereka bertambah banyak sejak satu bulan belakangan.

"Tempat ini sebenarnya merupakan tempat perahu-perahu kami bersandar, tapi karena ada ponton TI Apung ini kami terpaksa memarkirkan perahu kami di tempat lain," kata Abru, nelayan setempat.

Ia mengatakan, bukan hanya itu saja, jala mereka sering rusak karena sering terseret ponton apung.

"Jala kita jadi sangat kotor dan rusak, mereka malah bilang kenapa harus pasang jalan di dekat pantai, yang namanya orang cari ikan di mana saja yang kira-kira ada ikan di situ kita cari," ungkapnya.

Nelayan mengultimatum, kawasan mereka harus bersih dari aktivitas pertambangan dalam waktu dekat. Mereka juga mengancam akan membakar ponton-ponton tambang timah apung tersebut, masih saja beroperasi.

"Ini sudah yang ketiga kalinya kita peringati, jika dalam waktu dekat masih merapat dan beroperasi di sini, kita akan kerahkan masa yang lebih banyak dan kita akan bakar ponton-ponton ini," tegasnya.(dag)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE