Robohnya Mezanin BEI Diduga Karena Kesalahan Struktur Sambungan Pengantung Balkon

Muri_Setiawan    •    Selasa, 16 Januari 2018 | 10:40 WIB
Viral
Suasana pasca ambruknya mezanin BEI, Senin kemarin. (ist)
Suasana pasca ambruknya mezanin BEI, Senin kemarin. (ist)

WOWVIRAL - Pasca kejadian ambruknya selasar mezanin gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/1/2018) kemarin, hari ini (Selasa) aktivitas di kantor bursa tersebut kembali seperti biasa.

Dikutip dari merdeka.com, pintu masuk tower dua dialihkan ke tower satu. Aparat kepolisian memperketat pengamanan di kawasan BEI, bahkan terdapat sejumlah anjing pelacak yang turut disiagakan termasuk dua mobil pemadam kebakaran. Tim gabungan Puslabfor Mabes Polri dan penyidik Polda Metro Jaya, hari ini mulai melakukan olah TKP.

Dari peristiwa ambruknya mezanin BEI kemarin, setidaknya 72 orang pegawai dan mahasiswa mengalami luka-luka. Pengelola gedung Farida Bey, menuturkan bahwa bangunan 20 tahun itu selalu dilakukan pengecekan kontruksi rutin, terakhir dilakukan bulan Mei 2017 lalu.

Sementara, Dosen Teknik Sipil Universitas Indonesia, Josia Irwan Rastandi yang sempat turun langsung ke lokasi ambruknya mezanin BEI, menduga ada kesalahan pada struktur sambungan penggantung balkon yang menjadi salah satu faktor robohnya balkon tersebut.

“Kalau dilihat secara visual memang kegagalannya itu ada di sambungan penggantungnya itu,” kata Josia, Senin (15/1), demikian dikutip Kumparan.com.

Dia mengatakan, salah satu hal yang mempengaruhi kokoh tidaknya suatu konstruksi bangunan adalah perawatan berkala yang dilakukan terhadap sebuah gedung. Namun, dalam kasus ini, Josia tak bisa memastikan apakah gedung tersebut sudah mendapat perawatan berkala yang semestinya atau tidak.

“Tapi saya juga enggak bisa kasih komentar gedung itu dilakukan perawatan berkala atau tidak. Itu saya tidak tahu,” ucap Josia.

Menurut Josia, sebaiknya perawatan gedung secara berkala dilakukan mulai lima hingga sepuluh tahun sekali, “Pastinya berpengaruh, ya. Kaya orang kan harus dirawat juga ada maintenance-nya,” tuturnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan kejadian tersebut terasa aneh karena gedung BEI secara kasat mata masih sangat bagus.

“Kalau orang Barat biasa sebut freak accident, kejadian aneh, ‘nggak mungkin ah, tapi kejadian’. Kalau ini bangunan tua, ya iyalah. Tapi bangunan sebagus itu, ini menurut saya aneh tapi nyata,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Setyo mengatakan kepolisian akan memeriksa blueprint gedung dan kontraktor. Ia menjelaskan dalam blueprint akan terlihat gedung BEI dibangun dengan kekuatan yang bisa bertahan berapa tahun.

Jika bagian gedung roboh lebih cepat daripada batasan usia yang ditentukan, wajar bila ada kemungkinan kecerobohan pemeliharaan gedung.

“Bangunan punya blueprint. Pasti ada kekuatannya untuk berapa tahun. Misalnya kekuatannya dibangun untuk 25 tahun. Nah ini belum sampai 25 tahun (sudah roboh), lah ini ada apa. Pertanyaannya seperti itu,” ujar Setyo.

“Gedung tinggi ada waktu tertentu dicek. Nggak mungkin nggak dicek. Memang ini mungkin lolos pengamatan. Freak accident tadi,” tandasnya.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL