Bantuan Pangan Non Tunai Terkendala Akses Internet

Endi    •    Jumat, 19 Januari 2018 | 16:42 WIB
Lokal
Wakil Gubernur Babel, Abdull Fattah, saat menghadiri launcing program bantuan sosial, (bansos) beras sejahtera 2018 di Gudang Bulog Sub Divre Bangka, Jumat (19/1/2018), (dag)
Wakil Gubernur Babel, Abdull Fattah, saat menghadiri launcing program bantuan sosial, (bansos) beras sejahtera 2018 di Gudang Bulog Sub Divre Bangka, Jumat (19/1/2018), (dag)

WOWPANGKALPINANG -- Koneksi jaringan internet yang sudah menjelma menjadi kebutuhan pokok diera digitalisasi seperti saat ini, ternyata masih menjadi momok bagi masyarakat Bangka Belitug (Babel).

Dengan sebaran 48 pulau berpenghuni, hanya dua pulau terbesar yaitu Bangka dan Belitung saja yang baru terjangkau koneksi internet, itupun belum sepenuhnya stabil. Buruknya infrastuktur berupa koneksi jaringan internet, merupakan kendala terbesar bagi penyaluran bantuan pangan non tunai di daerah kepulauan seperti Bangka Belitung, sehingga ketidak stabilan koneksi internet ini membuat e-warong sulit dijumpai.

Hal ini tak terlepas dari sikap kurang pedulinya Pemprov Babel saat ini akan kebutuhan masyarakat di pulau-pulau terpencil, khususnya koneksi internet.

Wakil Gubernur Babel, Abdull Fattah, saat menghadiri launcing program bantuan sosial (bansos) beras sejahtera 2018 di Gudang Bulog Sub Divre Bangka, Jumat (19/1/2018), mengatakan, di ibukota provinsi saja seperti Kota Pangkalpinang, rasio ketersediaan e-warong baru mencapai 8 unit per-kecamatan.

"Baru Kota Pangkalpinang yang sudah memiliki e-warong, itupun masih sangat terbatas dengan rasio yang baru mencapai delapan unit per-kecamatan. Di Kota Pangkalpinang ini karena arus sinyalnya cukup lancar," kata Abdul Fatah.

Kondisi ini yang kemudian membuat Dinas Sosial Babel memprioritaskan penyaluran rastra terlebih dahulu, sedangkan untuk program bantuan pangan non tunai sendiri Pemprov Babel berdalih, hal tersebut merupakan program pemerintah pusat termasuk menyediakan e-warong, agar keluarga penerima manfaat dapat membeli bahan pangan dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) .

"Karena itu program pusat, maka kita tunggu seperti apa nanti kedepannya, kita hanya memfasilitasi," kata Kepala Dinsos Babel, Aziz Harahat.

Menurutnya, selama keberadaan e-warong belum menjangkau ke daerah-daerah, penyaluran bantuan pangan non tunai ini tetap akan dilakukan melalui Himbara, namun masyarakat hanya dapat mengambil secara tunai dikantor-kantor cabang bagian dari Himbara.

"Insya Allah nantinya masyarakat kan menerima bantuan secara tunai, karena BRI punya cabang di wilayah pelosok dan kita koordinasi terus," tukasnya.(dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL