Hati-hati Bikin Status, Jika Tak Mau Terciduk Pasal 27

Bayu_Hardianto    •    Senin, 22 Januari 2018 | 20:13 WIB
Tekno
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

WOWTECKHNO -- Undang-Undang ITE sekarang benar-benar bekerja, setelah direvisi Tahun 2016, Polri mencatatat sepanjang 2016, beberapa perubahan penting adalah tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik dalam ITE (Pasal 27 ayat 3) merupakan delik aduan, bukan lagi masuk dalam delik umum, sehingga orang yang merasa dirugikan sendiri yang harus melapor.

Perubahan lainnya yakni ancaman hukuman dalam pasal 27 tentang pencemaran nama baik turun dari paling lama enam tahun penjara menjadi empat tahun penjara dan denda dari Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta.

Tahun 2016 ada 2.700 laporan soal dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Laporan terkait pelanggaran UU ITE pasal 27,28, dan 29. Dari seluruhnya hampir 40 persen bisa diselesaikan, paling banyak media sosial Facebook adalah tempat terjadi pelanggaran UU ITE. Kasus UU ITE terjadi di Facebook, diikuti dengan Twitter, media online, pesan singkat, YouTube, blog, email, Path, WhatsApp, petisi online, dan lain-lain.

“Demokrasi digital era modern ini pemerintah memberikan rambu-rambu dalam medssos . Tidak ada larangan kepada warga negara untuk mengeluarkan pendapat atau mengkritik dan mengevaluasi kebijakan pemerintah di media sosial,” Henry Subiatko  Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa.

Yang dilarang adalah menyebarkan tuduhan atau fakta palsu, memalsukan fakta, ada orang memalsukan fakta tanpa bukti, menyerbarkan SARA dan kebencian. Deng



1   2