Timses Paslon Diingatkan Tak Lakukan Ujaran Kebencian

Endi    •    Kamis, 25 Januari 2018 | 18:10 WIB
Pilkada
ilustrasi
ilustrasi

WOWPANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Syaiful Zachry, melalui Kabid Humas AKBP Abdul Mun’im, mengingatkan kepada Seluruh Pasangan Calon dan Tim Sukses yang berlaga pada Pilkada di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupatan Belitung untuk tidak melakukan ujaran kebencian (Hate Speech).

"Saya harap setiap Paslon dan Tim Suksesnya untuk tidak melakukan ujaran kebencian, menjelek-jelekan Paslon lain karena setiap orang yang melakukan ujaran kebencian bisa diancam pidana sesuai dengan UU ITE," tegas Kabid Humas Polda, AKBP Abdul Mun'im, Kamis (25/1/2018).

Ia menjelaskan, ujaran kebencian yang bisa diancam pidana diantaranya, tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama dan lain-lainnya.

"Terhadap pelaku ujaran kebencian dapat dipidana sesuai pasal 28 ayat (1) dan (2) dan Pasal 45 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang ancamannya paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda maksimal Rp1 miliar," jelasnya.

Selain melanggar UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, Pelaku Ujaran Kebencian juga bisa disangka melanggar KUHP, yaitu pasal 156, Pasal 157 ayat (1) dan (2), Pasal 310 ayat (1), (2) dan (3), Pasal 311 ayat (1) serta UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, pasal 16 yang ancaman pidananya paling lama 5 (lima) tahun dan denda maksimal Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL