Menaker Awasi K3 Sektor Konstruksi dan Bahan Bakar Berbahaya

Endi    •    Jumat, 02 Februari 2018 | 13:45 WIB
Nasional
Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri.(dag)
Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri.(dag)

WOWPANGKALPINANG -- Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh perusahaan untuk benar-benar memastikan norma ketenagakerjaan, terutama keselamatan dan kesehatan kerja, terlebih pada sektor usaha yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja seperti sektor kontruksi dan bahan bakar berbahaya.

Hal ini disampaikan Menaker saat memimpin Apel Bendera Bulan K-3 Nasional di halaman PLTU Air Anyir, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (1/2/2018).

Menurut Menaker, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, bukan hanya menimbulkan kerugian materiil atau korban jiwa saja, tetapi juga mengganggu proses produksi secara menyeluruh dan merusak lingkungan yang akhirnya berdampak pada masyarakat luas.

"Jika tidak ditangani dengan baik, maka cost sosial yang harus dibayar pengusaha maupun pemerintah selaku regulator akan jauh lebih besar, dibanding biaya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja sesuai ketentuan yang ada," kata M Hanif Dhakiri.

"Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan K-3 serta kurangnya disiplin dalam prilaku K-3 di tempat kerja," katanya lagi.

Ia berharap, implementasi K-3 tidak dianggap sebagai beban, namun lebih dinilai sebagai investasi.

"Karena perusahaan yang mengabaikan K-3 justru akan menanggung risiko yang lebih besar mulai dari kehilangan sumber daya manusia hingga kerugian materiil akibat kerusakan peralatan atau aset lainnya akibat kecelakaan kerja," imbuhnya.

Kewajiban melaksanakan K-3, tegas Menaker, tidak hanya bagi perusahaan atau sektor formal saja, namun juga berlaku bagi usaha-usaha non formal, terlebih yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja maupun berdampak pada kesehatan pekerja dan lingkungan.

Dhakiri menambahkan, berdasarkan data dari badan pusat statistik, terjadi penurunan trend kecelakaan kerja setiap tahunnya.

"Pada tahun 2015 terjadi 110.285 kasus kecelakaan kerja, sedangkan tahun 2016 turun menjadi 105.182 kasus atau turun sekitar 4,6 persen. Sementara untuk tahun 2017 hingga bulan agustus tercatat 80.392 kasus," tukasnya.(dag)



Tags :
MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE