Wartawan Dibunuh Karena Kejujuran dan Independensi

Abeng    •    Jumat, 09 Februari 2018 | 19:27 WIB
Nasional
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

WOWJAKARTA -- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pers Indonesia telah menunjukkan perannya yang sangat penting.

Dalam masa revolusi perjuangan memperoleh kemerdekaan. Pers menggelorakan semangat juang, menyediakan ruang gagasan pemikiran kebangsaan dan membangkitkan semangat anti penjajahan.

"Ketika pemerintahan represif orde baru, Pers memperkuat ruang demokrasi, meski beberapa pejuang pers harus dipenjara bahkan dibunuh karena keteguhan di dalam tugas jurnalistik yang jujur, independen dan mengungkap hal-hal faktual yang terjadi di tengah rakyat," kata Hasto dalam keterangan resminya memperingati Hari Pers Nasional (HPN) , Jumat (9/2/2018).

Kasus tewasnya Udin wartawan Yogjakarta dan Ahmad Taufik yang dipenjara adalah contoh represifnya sistem Orba terhadap kebebasan pers. Media seperti Tempo, Detik, Editor, dan Suara Pembaharuan dibredel karena sikap kritisnya  terhadap rezim.

Kini, kata Hasto,  pers memberikan warna demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. "Atas dasar peran pers yang konsisten tersebut, Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran PDI Perjuangan memberikan apresiasi atas hadirnya watak pers yang jujur dan independen."

PDI Perjuangan berharap agar pers terus mengembangkan jati dirinya untuk membangun peradaban Indonesia yang berkebudayaan.

Pers dalam situasi demokrasi politik yang diwarnai oleh kompetisi tidak sehat, liberal, dan penuh dengan ambisi kekuasaan, diharapkan mampu  hadir sebagai oase demokrasi bagi hadirnya kehidupan sosial kemasyarakatan yang penuh dengan keadaban dan nilai-nilai etika dan moral.

"Kecenderungan industrialisasi media seharusnya menjadi bagian dari otokritik seluruh insan pers. Pers tetap harus mengabdi pada bangsa dan negara, memperjuangkan kepentingan nasional, dan memiliki tanggung jawab untuk membumikan Pancasila demi hadirnya tatanan masyarakat yang berkebudayaan Indonesia," ujar Hasto.(ban)

Halaman